AS, Eropa dan NATO Rapatkan Barisan untuk Melawan China
Rabu, 24 Maret 2021 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Dia mencatat bahwa AS saja menyumbang sekitar 25% dari PDB global, tetapi bisa mencapai 60% bersama sekutunya di Eropa dan Asia.
“Jauh lebih sulit bagi Beijing untuk mengabaikannya,” ucapnya.
Baca juga: AS Kian Nekat, Pesawat Mata-matanya Dekati China dalam Jarak 46,8 Km
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi militer itu tidak menganggap China sebagai musuh, tetapi tentu saja kebangkitan China memiliki konsekuensi langsung bagi keamanan aliansi itu. Ia mencatat ukuran ekonomi China dan investasi besar dalam peralatan militer, termasuk rudal berkemampuan nuklir.
“Lebih penting lagi, China adalah negara yang tidak menghargai nilai-nilai kami. Kami melihat bahwa dalam cara mereka menangani protes demokratis di Hong Kong, bagaimana mereka menekan minoritas di negara mereka sendiri, Uighur, dan juga bagaimana mereka benar-benar mencoba untuk merusak tatanan berbasis aturan internasional,” kata Stoltenberg.
“Jauh lebih sulit bagi Beijing untuk mengabaikannya,” ucapnya.
Baca juga: AS Kian Nekat, Pesawat Mata-matanya Dekati China dalam Jarak 46,8 Km
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi militer itu tidak menganggap China sebagai musuh, tetapi tentu saja kebangkitan China memiliki konsekuensi langsung bagi keamanan aliansi itu. Ia mencatat ukuran ekonomi China dan investasi besar dalam peralatan militer, termasuk rudal berkemampuan nuklir.
“Lebih penting lagi, China adalah negara yang tidak menghargai nilai-nilai kami. Kami melihat bahwa dalam cara mereka menangani protes demokratis di Hong Kong, bagaimana mereka menekan minoritas di negara mereka sendiri, Uighur, dan juga bagaimana mereka benar-benar mencoba untuk merusak tatanan berbasis aturan internasional,” kata Stoltenberg.
Lihat Juga :