Intelijen Barat Curiga Iran Sembunyikan Alat untuk Membuat Bom Nuklir
Selasa, 23 Maret 2021 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah berulang kali mengatakan akan kembali ke kesepakatan nuklir 2015—yang secara resmi bernama Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA)—jika Iran sebagai pihak pertama yang kembali pada kepatuhannya terhadap kesepakatan itu.
Sebaliknya, Iran menuntut AS mencabut sanksinya terlebih dahulu. Kedua sikap yang berlawanan itu membuat kedua belah pihak menemui jalan buntu.
Pejabat Israel, termasuk Netanyahu, telah mulai menyuarakan penentangan terhadap keinginan pemerintah Biden untuk bergabung kembali dengan JCPOA 2015, yang membuat Tel Aviv dan Washington berselisih tentang masalah tersebut.
Beberapa pejabat Israel terkemuka dalam beberapa bulan terakhir telah memperingatkan tindakan militer untuk menghentikan program nuklir Iran.
Meskipun demikian, pejabat Israel dan AS setuju untuk membentuk tim gabungan untuk berbagi informasi intelijen tentang program nuklir Iran selama pembicaraan strategis baru-baru ini.
Sebaliknya, Iran menuntut AS mencabut sanksinya terlebih dahulu. Kedua sikap yang berlawanan itu membuat kedua belah pihak menemui jalan buntu.
Pejabat Israel, termasuk Netanyahu, telah mulai menyuarakan penentangan terhadap keinginan pemerintah Biden untuk bergabung kembali dengan JCPOA 2015, yang membuat Tel Aviv dan Washington berselisih tentang masalah tersebut.
Beberapa pejabat Israel terkemuka dalam beberapa bulan terakhir telah memperingatkan tindakan militer untuk menghentikan program nuklir Iran.
Meskipun demikian, pejabat Israel dan AS setuju untuk membentuk tim gabungan untuk berbagi informasi intelijen tentang program nuklir Iran selama pembicaraan strategis baru-baru ini.
(min)
Lihat Juga :