Lavrov: Gunakan Sanksi untuk Hukum Rusia dan China Langkah Tidak Bijaksana

Senin, 22 Maret 2021 - 18:43 WIB
loading...
A A A
"Ini telah mengeluarkan banyak resolusi yang mengutuk sebagai ekonomi sepihak yang tidak sah dan sanksi lainnya yang dijatuhkan karena melanggar Dewan Keamanan (DK) PBB, terutama tindakan ekstra-teritorial," ungkapnya.

Diplomat Rusia itu juga mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS)dan mitranya berusaha untuk mendikte keinginan mereka sendiri pada negara lain dan menghalangi pembentukan dunia demokrasi multipolar.

"Sayangnya, beberapa negara Barat, yang dipimpin oleh AS , mencoba menghalangi pembentukan dunia demokrasi multipolar sejati, berusaha untuk mempertahankan dominasi mereka dalam ekonomi global dan politik internasional, dan untuk mengganggu semua orang. kemauan dan tuntutan," kata Lavrov.Baca juga: Rusia: Keputusan Inggris Menambah Bom Nuklir Jadi 260 Ilegal

"Sikap Rusia didasarkan pada dialog yang dapat dipercaya dan saling menghormati dengan China, yang harus menjadi contoh bagi negara lain, termasuk mereka yang berusaha membangun hubungan dengan Rusia dan China dengan prinsip yang agak berbeda dan tidak setara. Ini tidak dapat diterima oleh kami, atau mitra kami," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved