Arab Saudi dan Kuwait Kutuk Pelanggaran Israel di Dewan HAM PBB

Sabtu, 20 Maret 2021 - 18:02 WIB
loading...
Arab Saudi dan Kuwait...
Pasukan Israel menghancurkan rumah keluarga Palestina di Hebron, Tepi Barat, 3 Februari 2021. Foto/Anadolu
A A A
RIYADH - Arab Saudi mengutuk ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat. Kuwait meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta pertanggungjawaban Israel atas penderitaan rakyat Palestina.

Dalam pidato sesi ke-46 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, perwakilan tetap Arab Saudi Abdulaziz Al-Wasil mengatakan, "Butir ketujuh adalah butir utama dalam agenda Dewan Hak Asasi Manusia, dan kerajaan tidak akan pernah menerima marginalisasi item ini."

Item ketujuh menjelaskan secara rinci tentang pelanggaran pendudukan Israel di Palestina, dan menyerukan agar hal itu dimintai pertanggungjawaban.

Baca juga: Warga Palestina Ditembak Mati Pasukan Israel saat Bentrok Lempar Batu

Arab Saudi menyatakan penyesalannya atas berlanjutnya boikot oleh beberapa negara dari Pasal Tujuh.

Baca juga: Palestina Tolak Rencana Israel Bangun Kebun di Atap Pasar Yerusalem

Al-Wasil menekankan pentingnya perjuangan Palestina dan membela hak-hak sah rakyat Palestina dan mengikuti prakarsa perdamaian Arab yang diusulkan Saudi dan diadopsi negara-negara Arab pada 2002, yang menegaskan hak Palestina atas satu negara merdeka sesuai perbatasan 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya, kembalinya para pengungsi, dan penarikan pendudukan Israel dari Dataran Tinggi Golan Arab Suriah.

Lihat infografis: Pertemuan Amerika Serikat-China di Alaska Berlangsung Panas

Dia menekankan kerajaan terus mendukung perjuangan Palestina, di semua tingkat politik dan ekonomi. "Dukungan penuh bagi segala kemungkinan untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia di Palestina yang diduduki," tegas dia.

Sementara itu, Kuwait meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengaktifkan mekanisme hukum untuk memastikan Israel bertanggung jawab atas pelanggaran berkelanjutan terhadap hak-hak rakyat Palestina, dan mencegah Israel dari kekebalan hukum.

Perwakilan permanen Kuwait untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Jamal Al-Ghunaim, mengatakan, "Negara Kuwait mengutuk semua pelanggaran mencolok hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional yang dilakukan Israel, penguasa pendudukan, terhadap rakyat Palestina yang tidak berdaya, dan seruan pada komunitas internasional memikul tanggung jawabnya untuk memastikan prinsip dan ketentuan hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional dihormati, yang harus diterapkan di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur.”

Duta Besar Kuwait menunjuk pada keseriusan pelanggaran berulang yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

"Banyak di antaranya kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, yang menyerukan untuk terus membahas memburuknya situasi hak asasi manusia di wilayah Arab yang diduduki, dalam kerangka agenda Bab Tujuh Dewan Hak Asasi Manusia,” papar dia.

Kuwait menyatakan penyesalannya masyarakat internasional berdiri diam di depan ketidakpedulian Israel terhadap hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada saat yang mengharuskan semua negara mengambil tindakan pencegahan terhadap pendudukan.

Kuwait mendesak Israel menghentikan kejahatan yang berkelanjutan terhadap warga sipil Palestina yang tidak bersenjata.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved