Wabah Tikus Menyerang Wilayah Pedesaan Australia

Jum'at, 19 Maret 2021 - 20:01 WIB
loading...
Wabah Tikus Menyerang...
Ribuan tikus terlihat di wilayah pertanian Australia. Foto/REUTERS
A A A
GILGANDRA - Beberapa komunitas pedesaan di negara bagian New South Wales, Australia , mengalami wabah tikus yang paling parah dalam beberapa dekade setelah panen pertanian.

Video saksi mata yang diperoleh Reuters menunjukkan ribuan hewan pengerat kecil itu berkerumun di sekitar peternakan di kota Gilgandra.

“Di malam hari, tanah bergerak dengan ribuan tikus berlarian,” ungkap petani Ron Mckay kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).

Baca juga: Pasukan Myanmar Tembak Mati Delapan Demonstran, Jokowi Serukan Dialog

“Supermarket menyimpan makanan dalam wadah tertutup dan tiga pasien di rumah sakit setempat mengaku digigit tikus,” papar laporan ABC tersebut.

Baca juga: Iran Tes Dingin Reaktor Nuklir Arak yang Didesain Ulang

“Bisa dibayangkan bahwa setiap kali Anda membuka lemari, setiap kali Anda pergi ke dapur, selalu ada tikus,” ujar Steve Henry, ahli hewan pengerat.

Lihat infografis: Militer China Terkuat di Dunia Ungguli AS, Versi Military Direct

"Dan mereka makan ke dalam wadah makanan Anda, mereka mengotori seprai bersih Anda di lemari linen Anda, mereka berlari melintasi tempat tidur Anda di malam hari," tutur dia.

Para petani yang membuat bal jerami untuk musim dingin memperkirakan kerugian besar akibat hewan pengerat yang bereproduksi cepat itu.

Media lokal melaporkan hanya sepasang tikus dapat menghasilkan rata-rata hingga 500 ekor keturunan dalam satu musim.

Program umpan intensif sejauh ini hanya sedikit berhasil melawan serangan hama tikus.

Penduduk setempat berharap hujan lebat akan menenggelamkan tikus-tikus di liang mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved