China Kembangkan Gerombolan Rudal Hipersonik untuk Banjiri Pertahanan Misil Musuh

Jum'at, 19 Maret 2021 - 15:25 WIB
loading...
A A A
Makalah itu menyoroti detail bahwa MSET adalah sistem taktis skala kecil, bukan senjata strategis dengan rudal hipersonik. Para peneliti China pada dasarnya mencoba sesuatu yang serupa, tetapi dalam skala raksasa. Ini membuat segalanya jauh lebih menantang.

Makalah tersebut mengakui bahwa "mobilitas tinggi, topologi dinamis, cakupan geografis yang luas, dan lingkungan yang tidak bersahabat" perlu diatasi.

Solusi mereka adalah versi jaringan ad-hoc seluler atau MANET (seperti yang digunakan dalam proyek IVAS Angkatan Darat AS) di mana node komunikasi secara spontan bergabung dengan tetangga terdekat untuk meneruskan data. Ramdomization dan spread spectrum akan menjaga keamanan jaringan dan membuatnya sulit untuk macet, dan antena beamforming yang canggih memberikan sinyal jarak jauh. Jaringan mungkin akan membutuhkan teknologi dengan panjang gelombang yang sangat pendek ("gelombang milimeter") dalam rentang 30-200 GHz, yang berpotensi tumpang tindih dengan beberapa sistem 5G. Perangkat lunak baru diperlukan untuk mengikat semuanya secara efisien.

Makalah penelitian China itu lebih tentang mengajukan pertanyaan daripada memberikan jawaban, yang tidak mungkin terjadi dalam publikasi open-source, dan kawanan rudal hipersonik jelas akan terjadi bertahun-tahun di masa depan. Namun, itu memberi sedikit wawasan tentang apa yang mungkin ada dalam pikiran perencana militer China.

Sementara AS mulai mengerjakan pertahanan terhadap senjata hipersonik, China sudah mencari cara untuk membanjiri pertahanan tersebut dan tetap setidaknya selangkah lebih maju.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved