Termasuk Indonesia, Negara-negara Ini Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Rabu, 17 Maret 2021 - 08:32 WIB
loading...
Termasuk Indonesia,...
Setidaknya 17 negara, termasuk Indonesia, menunda penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Foto/Al Arabiya
A A A
JAKARTA - Setidaknya ada 17 negara yang menangguhkan atau menunda penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca setelah adanya laporan pembekuan darah pada orang yang telah menerima suntikan. Langkah ini diambil meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau pemerintah untuk tidak menghentikan kampanye vaksinasi.

Regulator obat-obatan Eropa, yang sedang meninjau masalah ini, akan mengumumkan temuannya pada hari ini Kamis (17/3/2021) setelah membahas informasi yang dikumpulkan mengenai apakah vaksin berkontribusi pada peristiwa pembekuan darah pada mereka yang diinokulasi. Pihaknya terus percaya bahwa manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

"Jumlah kejadian tromboemboli pada orang yang divaksinasi tidak lebih tinggi dari jumlah yang terlihat pada populasi umum," kata Badan Obat Eropa.



Pada 10 Maret, 30 kasus kejadian tromboemboli telah dilaporkan di antara hampir 5 juta orang yang divaksinasi dengan vaksin AstraZeneca di Wilayah Ekonomi Eropa.

"Lebih dari 300 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan pada 12 Maret dan tidak ada kasus kematian yang ditemukan akibatnya," kata WHO pada Senin lalu.

Baca juga: WHO: Tidak Ada Alasan Berhenti Gunakan Vaksin AstraZeneca

"Lebih dari 10 juta orang di Inggris Raya telah menerima vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, tanpa bukti terkait kejadian buruk yang serius," katanya.

Di bawah ini adalah daftar negara yang memutuskan untuk menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca seperti dikutip dari Al Arabiya:

Austria: Menangguhkan penggunaan satu batch vaksin pada 7 Maret setelah kematian satu orang dan penyakit lainnya. Batch itu dikirim ke 17 negara Uni Eropa (UE).

Bulgaria: Menghentikan inokulasi dengan vaksin AstraZeneca sampai regulator Eropa mengirimkan pernyataan tertulis yang menghilangkan semua keraguan tentang keamanan.

Siprus: Vaksinasi ditangguhkan pada hari Senin menunggu tinjauan dari European Medicines Agency (EMA).

Denmark: Pada hari Kamis, menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca selama dua minggu setelah melaporkan gejala "sangat tidak biasa" pada warga negara berusia 60 tahun yang meninggal karena pembekuan darah setelah menerima vaksin.

Prancis: Akan berhenti memberikan vaksin menunggu penilaian dari regulator obat-obatan Eropa.

Jerman: Pada tanggal 15 Maret, jeda penggunaan vaksin sebagai "pencegahan".

Baca juga: Kasus Pembekuan Darah, Kuartet Eropa Tunda Peluncuran Vaksin AstraZeneca

Islandia: Penggunaan vaksin ditangguhkan pada 11 Maret setelah dihentikan oleh Norwegia dan menunggu hasil investigasi oleh regulator Eropa.

Indonesia: Menunda pemberian vaksin pada 15 Maret sambil menunggu tinjauan WHO.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Distribusi Vaksin AstraZeneca Ditunda

Irlandia: Untuk sementara menghentikan vaksinasi karena terlalu berhati-hati pada hari Minggu, menunggu informasi lebih lanjut dari regulator Eropa.

Italia: Menghentikan penggunaan pada 15 Maret sebagai tindakan pencegahan dan sementara sambil menunggu keputusan regulator UE. Sebelumnya, tiga kelompok vaksin yang berbeda (ABV2856, AV6096 dan ABV5811) telah ditangguhkan di berbagai wilayah.

Latvia: Badan kesehatan pemerintah Latvia pada hari Selasa mengumumkan penangguhan sementara penggunaan vaksin hingga dua minggu.

Swedia: Menjeda vaksinasi COVID-19 menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai tindakan pencegahan.

Belanda: Pemerintah menunda program vaksinasi pada hari Minggu karena efek samping di negara lain. Pada hari Senin, mereka melaporkan 10 kasus efek samping yang merugikan dari vaksin tersebut.

Norwegia: Menghentikan peluncuran vaksin pada 11 Maret, dan kemudian mengatakan tiga petugas kesehatan sedang dirawat karena pendarahan, pembekuan darah dan jumlah trombosit yang rendah. Salah satu individu telah meninggal, kata pihak berwenang.

Rumania: Untuk sementara menghentikan vaksinasi orang dengan satu batch vaksin pada 11 Maret.

Spanyol: Pada hari Senin, Menteri Kesehatan negara itu mengatakan Spanyol akan berhenti menggunakan vaksin AstraZeneca setidaknya selama dua minggu, setelah empat wilayah menghentikan pemberian dosis dari satu batch.

Thailand: Melanjutkan vaksin pada 15 Maret, setelah menunda peluncurannya minggu lalu.

Baca juga: Khawatir Pembekuan Darah, Thailand Tunda Peluncuran Vaksin AstraZeneca

Venezuela: Venezuela tidak akan mengizinkan vaksin tersebut, dengan alasan "efeknya pada pasien".
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved