Pertama Kali, Penjualan Senjata Utama Dunia Datar pada 2016-2020
Senin, 15 Maret 2021 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
"Dampak ekonomi dari pandemi COVID-19 dapat membuat beberapa negara menilai kembali impor senjata mereka di tahun-tahun mendatang," kata Pieter Wezeman, peneliti senior di Program Pengeluaran Senjata dan Militer SIPRI, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.
"Namun, pada saat yang sama, bahkan pada puncak pandemi pada tahun 2020, beberapa negara menandatangani kontrak besar untuk senjata utama."
Uni Emirat Arab, misalnya, baru-baru ini menandatangani perjanjian dengan Amerika Serikat untuk membeli 50 unit jet tempur siluman F-35 dan hingga 18 drone bersenjata sebagai bagian dari paket USD23 miliar.
Negara-negara Timur Tengah menyumbang peningkatan terbesar dalam impor senjata, naik 25% pada 2016-2020 dari 2011–2015.
Baca juga: Jet Tempur Su-57 Rusia Berpotensi Jadi Pemicu Baru Ketegangan Turki dan AS
"Namun, pada saat yang sama, bahkan pada puncak pandemi pada tahun 2020, beberapa negara menandatangani kontrak besar untuk senjata utama."
Uni Emirat Arab, misalnya, baru-baru ini menandatangani perjanjian dengan Amerika Serikat untuk membeli 50 unit jet tempur siluman F-35 dan hingga 18 drone bersenjata sebagai bagian dari paket USD23 miliar.
Negara-negara Timur Tengah menyumbang peningkatan terbesar dalam impor senjata, naik 25% pada 2016-2020 dari 2011–2015.
Baca juga: Jet Tempur Su-57 Rusia Berpotensi Jadi Pemicu Baru Ketegangan Turki dan AS
Lihat Juga :