Lawan Pengaruh China, Menhan AS Lakukan Tur ke Tiga Negara Asia

Minggu, 14 Maret 2021 - 22:05 WIB
loading...
Lawan Pengaruh China,...
Menhan AS, Lloyd Austin mengatakan, dia melakukan perjalanan ke Asia untuk meningkatkan kerja sama militer dan mendorong pencegahan yang kredibel terhadap China. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) , Lloyd Austin mengatakan, dia melakukan perjalanan ke Asia untuk meningkatkan kerja sama militer dengan sekutu dan mendorong "pencegahan yang kredibel" terhadap China. Austin dijadwalkan melakukan kunjungan ke tiga negara Asia.

"Ini semua tentang aliansi dan kemitraan. Ini juga tentang meningkatkan kemampuan," kata Austin, sesaat sebelum bertolak ke Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan India dari Hawaii, yang merupakan pusat komando AS untuk kawasan Indo-Pasifik.

Dia mengingatkan bahwa sementara AS berfokus pada perjuangan melawan teroris di Timur Tengah, China sedang memodernisasi tentaranya dengan kecepatan tinggi.Baca juga: China Doyan Sarang Burung Walet RI, Nilai Ekspornya Menggiurkan

"Keunggulan kompetitif yang kami miliki telah terkikis. Kami masih mempertahankan keunggulan itu. Kami akan meningkatkan keunggulan itu ke depannya," ujarnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (14/3/2021).

"Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa kami memiliki kemampuan dan rencana operasional, untuk dapat menawarkan pencegahan yang kredibel ke China atau siapa pun yang ingin melawan AS," sambungnya.

Dalam kunjungan ke Jepang dan Korsel, Austin akan ditemani Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken. Di mana, keduanya akan menghadiri pertemuan 2+2.Baca juga: Cegah China Invasi Taiwan, Amerika Cs Bangun Kapal Selam Nuklir Baru

“Salah satu hal yang ingin saya dan Menteri Luar Negeri lakukan adalah mulai memperkuat aliansi itu. Ini akan lebih tentang mendengarkan dan belajar, mendapatkan sudut pandang mereka," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved