Militer Swedia: Rebut Eropa Utara, Rusia Bisa Jadi Pemenang PD III
Minggu, 14 Maret 2021 - 12:32 WIB
loading...
Analisis terbaru Badan Penelitian Pertahanan Swedia menyatakan Rusia bisa menjadi pemenang dalam Perang Dunia III (PD III) dengan merebut Eropa utara. Foto/Ilustrasi
A
A
A
STOCKHOLM - Rusia bisa menjadi pemenang dalam Perang Dunia III (PD III) dengan merebut Eropa utara. Begitu analisis terbaru Badan Penelitian Pertahanan Swedia .
Laporan itu menyatakan perang habis-habisan di Eropa utara dapat menyebabkan pasukan Rusia memotong negara-negara Baltik, menunda pasukan NATO datang untuk membantu mereka dan mengamankan wilayah tersebut.
Dalam laporan tersebut, para peneliti melakukan simulasi permainan perang untuk menentukan keseimbangan kekuatan di Eropa tengah dan utara dalam apa yang disebut 'skenario mimpi buruk' yang membuat Rusia menyerang Lituania melalui negara tetangganya, Belarusia.
Baca juga: Militer Swedia: Rusia Lebih Siap Dibandingkan NATO untuk Perang Skala Besar
Kampanye hipotesis mengasumsikan seluruh aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) akan terseret ke dalam konflik langsung semacam itu yang belum pernah terlihat di benua tersebut sejak akhir Perang Dunia Kedua, tetapi penggunaan senjata nuklir dikecualikan.
"Di atas kertas, korelasi kekuatan memberi Rusia prospek yang baik untuk sukses jika konflik dapat dipersingkat dan hasilnya diputuskan lebih awal" kata laporan itu seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (14/3/2021).
Laporan itu menyatakan perang habis-habisan di Eropa utara dapat menyebabkan pasukan Rusia memotong negara-negara Baltik, menunda pasukan NATO datang untuk membantu mereka dan mengamankan wilayah tersebut.
Dalam laporan tersebut, para peneliti melakukan simulasi permainan perang untuk menentukan keseimbangan kekuatan di Eropa tengah dan utara dalam apa yang disebut 'skenario mimpi buruk' yang membuat Rusia menyerang Lituania melalui negara tetangganya, Belarusia.
Baca juga: Militer Swedia: Rusia Lebih Siap Dibandingkan NATO untuk Perang Skala Besar
Kampanye hipotesis mengasumsikan seluruh aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) akan terseret ke dalam konflik langsung semacam itu yang belum pernah terlihat di benua tersebut sejak akhir Perang Dunia Kedua, tetapi penggunaan senjata nuklir dikecualikan.
"Di atas kertas, korelasi kekuatan memberi Rusia prospek yang baik untuk sukses jika konflik dapat dipersingkat dan hasilnya diputuskan lebih awal" kata laporan itu seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (14/3/2021).
Lihat Juga :