Sosok Pelobi yang Disewa Junta Myanmar: Kelahiran Iran, Dibui di AS dan Eks Agen Mossad
Jum'at, 12 Maret 2021 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Myanmar telah diguncang oleh kerusuhan sejak kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dari kekuasaan dan memicu pemberontakan massal yang menentang junta militer.
Hampir 2.000 orang telah ditangkap dan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi lebih dari 60 orang, karena pasukan keamanan berusaha untuk membubarkan perlawanan.
Kudeta dan tindakan keras militer yang brutal telah menimbulkan kecaman internasional yang luas, termasuk sanksi terhadap personel militer utama.
Ben-Menashe mengatakan dia dipekerjakan karena Barat "salah paham" dengan militer Myanmar.
“Ada dorongan nyata untuk bergerak ke Barat dan Amerika Serikat, bukannya mencoba lebih dekat dengan China,” kata Ben-Menashe. "Mereka tidak ingin menjadi boneka China.”
Dia juga mengeklaim bahwa kepolisian, alih-alih militer, telah menanggapi reaksi dunia internasional tentang kerusuhan—meskipun bukti foto menunjukkan sebaliknya.
Menurutnya, para pemimpin militer sangat ingin kembali memberikan kekuasaan kembali kepada pemerintah sipil. “Mereka ingin sepenuhnya keluar dari politik,” katanya.”Tetapi ini adalah proses.”
Hampir 2.000 orang telah ditangkap dan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi lebih dari 60 orang, karena pasukan keamanan berusaha untuk membubarkan perlawanan.
Kudeta dan tindakan keras militer yang brutal telah menimbulkan kecaman internasional yang luas, termasuk sanksi terhadap personel militer utama.
Ben-Menashe mengatakan dia dipekerjakan karena Barat "salah paham" dengan militer Myanmar.
“Ada dorongan nyata untuk bergerak ke Barat dan Amerika Serikat, bukannya mencoba lebih dekat dengan China,” kata Ben-Menashe. "Mereka tidak ingin menjadi boneka China.”
Dia juga mengeklaim bahwa kepolisian, alih-alih militer, telah menanggapi reaksi dunia internasional tentang kerusuhan—meskipun bukti foto menunjukkan sebaliknya.
Menurutnya, para pemimpin militer sangat ingin kembali memberikan kekuasaan kembali kepada pemerintah sipil. “Mereka ingin sepenuhnya keluar dari politik,” katanya.”Tetapi ini adalah proses.”
(min)
Lihat Juga :