Pompeo Sebut Partai Komunis Ancaman Dunia, China: Dia Penipu Ulung

Selasa, 19 Mei 2020 - 09:02 WIB
loading...
Pompeo Sebut Partai...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pompeo melancarkan serangan terpisah terhadap China terkait asal-usul virus corona baru penyebab Covid-19 . Dia menuduh negara itu lemah dan mengatakan bahwa Partai Komunis China adalah ancaman bagi dunia.

"Saya pikir orang-orang Amerika, dan saya berharap orang-orang di seluruh dunia, memahami risiko bagi dunia—untuk negara-negara yang mencintai kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia—yang disajikan oleh tindakan Partai Komunis China," katanya dalam sebuah wawancara dengan Breitbart News.

Pompeo mengatakan serangan verbal oleh media yang dikendalikan pemerintah China menunjukkan kelemahan, bukan penyelesaian, oleh Partai Komunis China. (Baca: Polemik Investigasi Covid-19 Memanas, China Serang Balik AS )

"Saya pikir ini menunjukkan bahwa Partai Komunis China memahami risiko yang mereka taruh di atas bangsanya sendiri," katanya. "(Ini) bagaimana rezim Komunis, bagaimana perilaku otokrasi."

“Begitu mereka tahu mereka telah melakukan hal-hal yang salah, mereka menyerang. Mereka mencoba menyalahkan orang lain. Saya pikir itulah yang Anda lihat. Mereka juga mencoba bermanuver di seluruh dunia melalui disinformasi. Kami sudah jelas—Presiden Trump, saya sendiri, Departemen Luar Negeri—telah memastikan bahwa semua orang memahami fakta-fakta seputar Partai Komunis China."

Serangan verbal Pompeo itu sebagai respons atas editorial surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah China yang menuduh Washington bermain-main dengan virus corona baru, SARS-Cov-2. Menurut media tersebut, pemerintahan Trump telah berusaha keras untuk secara politis dan secara hukum meminta pertanggungjawaban China atas pandemi Covid-19.

"Ini tidak masuk akal. Tetapi Washington berusaha untuk mengurangi tanggung jawab tindakan yang bodoh dan ketidakmampuannya," bunyi editorial surat kabar tersebut. (Baca juga: Selain Indonesia, Ratusan Negara Dukung Penyelidikan Covid-19 )

“Untuk membuat omong kosongnya tampak rasional, AS menginginkan kesimpulan yang mengklaim bahwa Wuhan adalah asalnya, idealnya virus itu bocor dari laboratorium Wuhan," lanjut tulisan media pemerintah China tersebut.

“Namun, apa yang baru-baru ini ditemukan Washington bertentangan dengan keinginannya. Temuan-temuan baru berpotensi mengubah timeline wabah virus corona di AS, dengan sejumlah besar kasus Covid-19 salah diklasifikasikan sebagai influenza musim dingin lalu."

“Bagaimana jika investigasi menemukan AS adalah asal dari virus corona? Itu akan menghancurkan narasi administrasi Trump dan strategi pemilu ulangnya," imbuh editorial tersebut.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian membalas serangan Pompeo dengan menyebut diplomat top Amerika itu sebagai "penipu ulung".

"Politisi AS ini telah menjadi penipu," katanya, menurut koresponden Fox News Edward Lawrence, yang dilansir Selasa (19/5/2020). "Buang-buang waktu untuk mengomentari khayalannya."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved