Presiden Assad dan Ibu Negara Suriah Positif COVID-19

Selasa, 09 Maret 2021 - 04:04 WIB
loading...
Presiden Assad dan Ibu...
Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Ibu Negara Asma di tempat pemungutan suara 19 Juli 2020. Foto/REUTERS
A A A
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Ibu Negara Asma dinyatakan positif COVID-19 setelah menunjukkan gejala ringan.

“Pemimpin Suriah dan istrinya, dalam keadaan sehat dan akan terus bekerja dalam isolasi di rumah,” ungkap pernyataan kantor Assad.

Sebelumnya, Ibu Negara Suriah mengumumkan kesembuhannya dari kanker payudara pada 2019.

Baca juga: Video Ungkap Drone 'Samad' Buatan Iran Diluncurkan Houthi ke Arab Saudi

Suriah telah mengalami peningkatan tajam infeksi virus corona sejak pertengahan Februari, menurut anggota komite penasihat virus corona pemerintah Suriah pekan lalu ketika negara itu memulai kampanye vaksinasi.

Lihat infografis: Terancam, AS Kerahkan AN/TWQ-1 Avenger di Suriah dan Irak

Pejabat kesehatan dan bantuan mengatakan masih sulit mengukur skala penuh wabah mengingat kurangnya fasilitas pengujian di negara yang hancur akibat perang selama satu dekade.

Lihat infografis: Tentara Myanmar Takut dengan Pakaian Dalam Perempuan

Hingga Minggu, Kementerian Kesehatan Suriah melaporkan 10.374 infeksi dan 1.063 kematian terkait populasi sekitar 18 juta jiwa.

Assad bergabung dalam daftar pemimpin dunia yang terus bertambah yang dites positif COVID-19, bersama Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan mantan Presiden AS Donald Trump.

Petugas kesehatan mengatakan pihak berwenang meremehkan wabah itu selama sebagian besar tahun lalu.

Data resmi tetap rendah karena rumah sakit kewalahan menangani pandemi itu.

Pemerintah membantah telah meremehkan data kasus virus corona dan mengakui dalam dua bulan terakhir bahwa negara itu berada di ambang lonjakan besar.

Pemerintah Suriah menyeru warga memakai masker, mengambil tindakan sanitasi dan menghindari keramaian.

Para pejabat dan pengusaha mengatakan pemerintah yang terkena sanksi tidak dapat melakukan lockdown penuh karena keadaan ekonomi yang mengerikan dan meningkatnya kemiskinan.

Setelah satu dekade perang yang menewaskan ratusan ribu orang dan memaksa jutaan orang mengungsi, militer Assad telah merebut kembali sebagian besar wilayah dengan bantuan Rusia dan Iran.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Ini Sosok Hakim Shin...
Ini Sosok Hakim Shin Jong-o, Perberat Vonis Eks Ibu Negara Korsel tapi Mendadak Tewas
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
Melania Trump Luncurkan...
Melania Trump Luncurkan Muse Film, Siap Bikin Geger dengan Dokumenter Perdananya
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved