AS 'Sekarat' akibat COVID-19, Ribuan Warga Marah dan Protes di Jalan
Sabtu, 18 April 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Di Lansing, Ibu Kota Michigan, warga yang marah berbondong-bondong ke jalan-jalan dengan suara berisik bumper-to-bumper yang disebut "Operation Gridlock" terhadap apa yang mereka yakini sebagai pembatasan lockdown yang terlalu berlebihan.
“Karantina adalah saat Anda membatasi pergerakan orang sakit. Tirani adalah ketika Anda membatasi pergerakan orang sehat," kata penyelenggara protes "Operation Gridlock", Meshawn Maddock kepada Fox News, yang dilansir Sabtu (18/4/2020).
Orang yang dituduh sebagai seorang tiran adalah Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, yang perintahnya tinggal di rumah diperluas hingga larangan menyeberang jalan untuk mengunjungi tetangga serta mengemudi untuk melihat teman.
Menanggapi kondisi Michigan yang memiliki kasus COVID-19 terbesar keempat di AS, yakni lebih dari 27.000 orang, Whitmer melarang pertemuan publik dan pribadi terlepas dari jumlah atau pun ikatan keluarga. Dia membatasi jenis-jenis bisnis apa yang dapat beroperasi dan dalam kapasitas apa.
Para pembeli yang bingung mendapati mereka bisa membeli alkohol dan mengunjungi toko bahan makanan, tetapi tidak bisa pergi ke pusat taman.
Perintah lockdown yang datang cepat mengharuskan toko-toko besar menutup atau mengikat bagian-bagian di mana barang-barang seperti karpet, ubin atau perangkat keras dijual.
Dimulai dengan grup Facebook yang bernama "Michiganders Against Excessive Quarantine", massa mengirimkan surat-surat kemarahan mereka kepada para politisi dan kemarahan massa ikut dikipasi oleh komentator media konservatif seperti Rush Limbaugh.
Empat sheriff wilayah bergabung dalam ketidakpatuhan. Mereka menulis surat terbuka yang memberi tahu penduduk bahwa mereka tidak akan secara ketat menegakkan perintah baru Whitmer.
Ketika protes berikutnya sampai di jalan-jalan Michigan, itu menjadi salah satu yang paling keras di negara bagian tersebut, di mana plakat yang menyebut Whitmer seorang "Nazi" dan menuduhnya memperlakukan mereka seperti budak.
“Karantina adalah saat Anda membatasi pergerakan orang sakit. Tirani adalah ketika Anda membatasi pergerakan orang sehat," kata penyelenggara protes "Operation Gridlock", Meshawn Maddock kepada Fox News, yang dilansir Sabtu (18/4/2020).
Orang yang dituduh sebagai seorang tiran adalah Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, yang perintahnya tinggal di rumah diperluas hingga larangan menyeberang jalan untuk mengunjungi tetangga serta mengemudi untuk melihat teman.
Menanggapi kondisi Michigan yang memiliki kasus COVID-19 terbesar keempat di AS, yakni lebih dari 27.000 orang, Whitmer melarang pertemuan publik dan pribadi terlepas dari jumlah atau pun ikatan keluarga. Dia membatasi jenis-jenis bisnis apa yang dapat beroperasi dan dalam kapasitas apa.
Para pembeli yang bingung mendapati mereka bisa membeli alkohol dan mengunjungi toko bahan makanan, tetapi tidak bisa pergi ke pusat taman.
Perintah lockdown yang datang cepat mengharuskan toko-toko besar menutup atau mengikat bagian-bagian di mana barang-barang seperti karpet, ubin atau perangkat keras dijual.
Dimulai dengan grup Facebook yang bernama "Michiganders Against Excessive Quarantine", massa mengirimkan surat-surat kemarahan mereka kepada para politisi dan kemarahan massa ikut dikipasi oleh komentator media konservatif seperti Rush Limbaugh.
Empat sheriff wilayah bergabung dalam ketidakpatuhan. Mereka menulis surat terbuka yang memberi tahu penduduk bahwa mereka tidak akan secara ketat menegakkan perintah baru Whitmer.
Ketika protes berikutnya sampai di jalan-jalan Michigan, itu menjadi salah satu yang paling keras di negara bagian tersebut, di mana plakat yang menyebut Whitmer seorang "Nazi" dan menuduhnya memperlakukan mereka seperti budak.
Lihat Juga :