AS 'Sekarat' akibat COVID-19, Ribuan Warga Marah dan Protes di Jalan
Sabtu, 18 April 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Tapi itu bukan hanya Michigan. Orang-orang Amerika bangkit di negara bagian lainnya.
Letnan Gubernur Texas Dan Patrick sebelumnya meminta warga Amerika untuk mengorbankan hidup mereka. Dia mengatakan kepada Fox News bahwa kakek-nenek di seluruh negeri harus bangga meninggal karena virus corona jika itu berarti generasi muda bisa kembali bekerja.
Seorang Republikan lainnya mengatakan baru-baru ini bahwa membawa orang Amerika kembali ke bisnis mereka adalah "hal yang lebih rendah dari dua kejahatan".
Tanggapan marah dan penolakan untuk mematuhi lockdown dapat ditelusuri ke komentar Presiden AS Donald Trump sebelum Paskah. Dia mengatakan ekonomi dapat dibuka kembali pada akhir pekan ini.
Trump dianggap mengabaikan peringatan kesehatan karena korban tewas di negaranya berada puncak terbanyak di dunia.
Para pengunjuk rasa di North Carolina bentrok dengan polisi. Mereka ditangkap ketika membawa spanduk tentang hak konstitusional mereka dan tulisn "ReOpen NC", nama halaman Facebook yang sekarang memiliki puluhan ribu anggota.
Di halaman Facebook tersebut, penyelenggara mem-posting pesan seperti; "Kami kehilangan bisnis kecil kami, yang merupakan tulang punggung ekonomi kami."
Satu pesan yang di-posting di halaman tersebut mengatakan; "Yang rentan dapat diisolasi atau dilindungi dengan cara lain, tanpa mengorbankan seluruh perekonomian negara kita."
Di Wyoming, negara bagian AS terakhir yang melaporkan kematian karena virus corona, ada sekitar 20 orang yang melakukan protes pekan lalu di sebuah taman. Mereka memprotes pembatasan oleh pemerintah, di mana orang-orang diminta tidak kembali bekerja.
Letnan Gubernur Texas Dan Patrick sebelumnya meminta warga Amerika untuk mengorbankan hidup mereka. Dia mengatakan kepada Fox News bahwa kakek-nenek di seluruh negeri harus bangga meninggal karena virus corona jika itu berarti generasi muda bisa kembali bekerja.
Seorang Republikan lainnya mengatakan baru-baru ini bahwa membawa orang Amerika kembali ke bisnis mereka adalah "hal yang lebih rendah dari dua kejahatan".
Tanggapan marah dan penolakan untuk mematuhi lockdown dapat ditelusuri ke komentar Presiden AS Donald Trump sebelum Paskah. Dia mengatakan ekonomi dapat dibuka kembali pada akhir pekan ini.
Trump dianggap mengabaikan peringatan kesehatan karena korban tewas di negaranya berada puncak terbanyak di dunia.
Para pengunjuk rasa di North Carolina bentrok dengan polisi. Mereka ditangkap ketika membawa spanduk tentang hak konstitusional mereka dan tulisn "ReOpen NC", nama halaman Facebook yang sekarang memiliki puluhan ribu anggota.
Di halaman Facebook tersebut, penyelenggara mem-posting pesan seperti; "Kami kehilangan bisnis kecil kami, yang merupakan tulang punggung ekonomi kami."
Satu pesan yang di-posting di halaman tersebut mengatakan; "Yang rentan dapat diisolasi atau dilindungi dengan cara lain, tanpa mengorbankan seluruh perekonomian negara kita."
Di Wyoming, negara bagian AS terakhir yang melaporkan kematian karena virus corona, ada sekitar 20 orang yang melakukan protes pekan lalu di sebuah taman. Mereka memprotes pembatasan oleh pemerintah, di mana orang-orang diminta tidak kembali bekerja.
(min)
Lihat Juga :