Iran: Ironis, Israel Bangun Fasilitas Senjata Nuklir tapi Diperlakukan Istimewa
Sabtu, 06 Maret 2021 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Gharibabadi memperingatkan bahwa mengabaikan masalah penting seperti itu secara langsung memengaruhi perdamaian dan stabilitas regional dan internasional, menantang norma-norma pelucutan senjata dan kontrol senjata global yang sudah mapan, dan merusak kredibilitas dan kelangsungan arsitektur perlucutan senjata dan kontrol senjata saat ini, termasuk IAEA dan rezim safeguards-nya.
Dia mendesak IAEA untuk mengambil sikap yang jelas tentang ketidakterterimaan rezim Israel yang tersisa di luar kerangka kerja NPT dan terus menentang untuk menempatkan semua kegiatan dan fasilitas nuklirnya di bawah sistem safeguards komprehensif badan nuklir PBB.
“Badan tidak punya pilihan selain mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan bahwa Israel menempatkan semua instalasi nuklirnya di bawah safeguards Badan dan menyetujui Perjanjian Non-Proliferasi sebagai pihak non-senjata nuklir,” sambung diplomat Iran.
Dia mengatakan adalah ironi bahwa IAEA, Sekretariatnya, Dewan Gubernur dan General Conference semuanya berkonsentrasi pada anggota NPT sementara kesalahan strategis kronis adalah mengabaikan bahan nuklir Israel dan kegiatan di wilayah yang bergejolak di Timur Tengah.
“Bukankah kebijakan bungkam dan kelalaian tentang program nuklir Israel dan kebijakan kelambanan dalam hal ini mengirimkan pesan negatif kepada anggota NPT, artinya menjadi anggota Traktat sama dengan menerima pemantauan dan verifikasi yang paling kuat, sementara berada di luar Traktat berarti bebas dari kewajiban dan kritik apa pun, dan bahkan diberi imbalan ?,” tanya Gharibabadi dengan ironis.
Israel sampai saat ini mengadopsi kebijakan ambigu tentang dugaan mengembangkan senjata nuklir. Negara Yahudi itu tidak pernah menyangkal atau membenarkan bahwa pihaknya memiliki dan mengembangkan senjata nuklir.
Dia mendesak IAEA untuk mengambil sikap yang jelas tentang ketidakterterimaan rezim Israel yang tersisa di luar kerangka kerja NPT dan terus menentang untuk menempatkan semua kegiatan dan fasilitas nuklirnya di bawah sistem safeguards komprehensif badan nuklir PBB.
“Badan tidak punya pilihan selain mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan bahwa Israel menempatkan semua instalasi nuklirnya di bawah safeguards Badan dan menyetujui Perjanjian Non-Proliferasi sebagai pihak non-senjata nuklir,” sambung diplomat Iran.
Dia mengatakan adalah ironi bahwa IAEA, Sekretariatnya, Dewan Gubernur dan General Conference semuanya berkonsentrasi pada anggota NPT sementara kesalahan strategis kronis adalah mengabaikan bahan nuklir Israel dan kegiatan di wilayah yang bergejolak di Timur Tengah.
“Bukankah kebijakan bungkam dan kelalaian tentang program nuklir Israel dan kebijakan kelambanan dalam hal ini mengirimkan pesan negatif kepada anggota NPT, artinya menjadi anggota Traktat sama dengan menerima pemantauan dan verifikasi yang paling kuat, sementara berada di luar Traktat berarti bebas dari kewajiban dan kritik apa pun, dan bahkan diberi imbalan ?,” tanya Gharibabadi dengan ironis.
Israel sampai saat ini mengadopsi kebijakan ambigu tentang dugaan mengembangkan senjata nuklir. Negara Yahudi itu tidak pernah menyangkal atau membenarkan bahwa pihaknya memiliki dan mengembangkan senjata nuklir.
(min)
Lihat Juga :