Biden Sudah Telepon Raja Salman, Mengapa Belum Rilis Laporan Khashoggi?
Jum'at, 26 Februari 2021 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
Biden kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa panggilan telepon dengan Raja Salman adalah "bagus."
Seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa rilis laporan tersebut sedang menunggu panggilan telepon tersebut. Rilis juga ditunda karena Putra Mahkota MBS, penguasa de facto kerajaan, menjalani operasi usus buntu awal pekan ini.
Khashoggi, yang menulis kolom Washington Post, yang mengkritik kebijakan Putra Mahkota MBS, adalah warga Arab Saudi namun tinggal di AS.
Baca juga: PM Armenia Sebut Rudal Iskander Tak Bisa Meledak, Rusia Tersinggung
Rilis laporan yang tidak diklasifikasikan tentang kematiannya adalah bagian dari kalibrasi ulang hubungan AS-Saudi era Biden. Tetapi Biden telah menjelaskan bahwa dia ingin mempertahankan hubungan yang kuat dengan salah satu sekutu Arab terdekat Washington.
"Administrasi kami difokuskan untuk mengkalibrasi ulang hubungan tersebut," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada briefing sebelumnya. “Dan tentu saja ada area di mana kami akan mengungkapkan keprihatinan dan membiarkan opsi akuntabilitas terbuka.”
"Ada juga area di mana kami akan terus bekerja dengan Arab Saudi mengingat ancaman yang mereka hadapi di kawasan itu," imbuh Psaki dengan merujuk pada saingan utama Arab Saudi dan musuh AS, yakni Iran.
Seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa rilis laporan tersebut sedang menunggu panggilan telepon tersebut. Rilis juga ditunda karena Putra Mahkota MBS, penguasa de facto kerajaan, menjalani operasi usus buntu awal pekan ini.
Khashoggi, yang menulis kolom Washington Post, yang mengkritik kebijakan Putra Mahkota MBS, adalah warga Arab Saudi namun tinggal di AS.
Baca juga: PM Armenia Sebut Rudal Iskander Tak Bisa Meledak, Rusia Tersinggung
Rilis laporan yang tidak diklasifikasikan tentang kematiannya adalah bagian dari kalibrasi ulang hubungan AS-Saudi era Biden. Tetapi Biden telah menjelaskan bahwa dia ingin mempertahankan hubungan yang kuat dengan salah satu sekutu Arab terdekat Washington.
"Administrasi kami difokuskan untuk mengkalibrasi ulang hubungan tersebut," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada briefing sebelumnya. “Dan tentu saja ada area di mana kami akan mengungkapkan keprihatinan dan membiarkan opsi akuntabilitas terbuka.”
"Ada juga area di mana kami akan terus bekerja dengan Arab Saudi mengingat ancaman yang mereka hadapi di kawasan itu," imbuh Psaki dengan merujuk pada saingan utama Arab Saudi dan musuh AS, yakni Iran.
Lihat Juga :