Rwanda Gunakan Drone untuk Tangkap Pelanggar Lockdown

Jum'at, 17 April 2020 - 23:03 WIB
loading...
Rwanda Gunakan Drone...
Drone polisi Rwanda dilengkapi megaphone terbang di wilayah perumahan di Kigali, Rwanda. Foto/REUTERS/Jean Bizimana
A A A
KIGALI - Rwanda gunakan drone untuk memberi informasi warga ibu kota Kigali tentang kebijakan lockdown untuk mencegah penularan virus corona.

Drone itu juga membantu aparat menangkap warga yang melanggar aturan lockdown itu.

Saat petugas polisi menghentikan mobil-mobil dan pejalan kaki di jalan untuk bertanya mengapa mereka tetap keluar rumah, dua drone terbang di atas mereka.

Satu drone menyiarkan berbagai perintah agar warga menaati aturan lockdown dan drone lainnya memantau pergerakan warga.

“Drone terbang di wilayah di mana pos pemeriksaan tidak ada dan patroli polisi tak dilakukan,” papar juru bicara kepolisian John Bosco Kabera.

Salah satu pelanggar adalah seorang pastor yang berdalih hendak melakukan wawancara di stasiun radio, padahal dia menuju gereja meski ada larangan melakukan perkumpulan publik. Pastor itu ditahan selama beberapa hari akibat pelanggaran itu.

“Pada kasus lain, seorang pria dengan izin mengirim makanan ditemukan membawa minuman keras,” kata Kabera.

“Tetaplah di rumah. Itu yang kami tekankan,” ujar Kabera.

Seperti banyak negara Afrika lainnya, Rwanda relatif memiliki sedikit kasus virus corona, dengan hanya 138 kasus yang dikonfirmasi dan tak ada korban meninggal dunia.

Meski demikian, ada kekhawatiran pandemi itu memiliki dampak yang jauh lebih buruk di Afrika dalam beberapa bulan mendatang.

Rwanda sejak lama dianggap sebagai pusat teknologi di benua Afrika, namun penggunaan drone untuk memerangi corona bukan sesuatu yang langka.

Sejumlah negara lainnya telah mengerahkan drone untuk memberi informasi publik, memeriksa pergerakan dan menyemprotkan disinfektan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Siapa Yoweri Museveni?...
Siapa Yoweri Museveni? Mantan Bintang Pop yang Sudah Berkuasa 40 Tahun di Uganda
Israel Jadi Negara Pertama...
Israel Jadi Negara Pertama di Dunia yang Mengakui Somaliland
Ingin Cari Keadilan,...
Ingin Cari Keadilan, Aljazair Ingin Mengkriminalisasi Penjajahan Prancis selama 130 Tahun
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Laba Maskapai Penerbangan...
Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 
Rekomendasi
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved