Peneliti AS Ungkap Penggunaan Vape Tingkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19
Minggu, 17 Mei 2020 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Ada banyak perdebatan tentang bagaimana merokok, apakah rokok biasa atau vape, memengaruhi peluang seseorang terinfeksi virus corona dan kemungkinan meninggal akibat penyakit tersebut. Sebuah penelitian di Prancis bahkan meneliti apakah nikotin dapat mencegah infeksi Covid-19.
(Baca: Risiko Ganda Pasien Hipertensi yang Terinfeksi COVID-19 )
Pusat Penelitian dan Pendidikan Pengendalian Tembakau di Universitas California San Francisco menyarankan kurangi risiko penyakit paru-paru serius yang disebabkan oleh Covid-19 dengan berhenti merokok dan menggunakan vape.
Pusat itu menjelaskan bahwa vape merusak sistem kekebalan tubuh dan secara khusus melemahkan kemampuan paru-paru untuk melawan infeksi. Ini juga mengutip beberapa makalah penelitian studi yang dilakukan pada manusia dan hewan yang menunjukkan bahwa merokok menunda pemulihan dari infeksi pernapasan.
“Pada 16 April 2020, ada 12 makalah yang memiliki data tentang merokok dan perkembangan penyakit Covid-19, 10 dari China, satu dari Korea dan satu dari AS. Meta-analisis kami dari 12 makalah ini menemukan bahwa merokok dikaitkan dengan lebih dari dua kali lipat kemungkinan perkembangan penyakit pada orang yang sudah mengembangkan Covid-19,” kata pusat tersebut.
(Baca: Risiko Ganda Pasien Hipertensi yang Terinfeksi COVID-19 )
Pusat Penelitian dan Pendidikan Pengendalian Tembakau di Universitas California San Francisco menyarankan kurangi risiko penyakit paru-paru serius yang disebabkan oleh Covid-19 dengan berhenti merokok dan menggunakan vape.
Pusat itu menjelaskan bahwa vape merusak sistem kekebalan tubuh dan secara khusus melemahkan kemampuan paru-paru untuk melawan infeksi. Ini juga mengutip beberapa makalah penelitian studi yang dilakukan pada manusia dan hewan yang menunjukkan bahwa merokok menunda pemulihan dari infeksi pernapasan.
“Pada 16 April 2020, ada 12 makalah yang memiliki data tentang merokok dan perkembangan penyakit Covid-19, 10 dari China, satu dari Korea dan satu dari AS. Meta-analisis kami dari 12 makalah ini menemukan bahwa merokok dikaitkan dengan lebih dari dua kali lipat kemungkinan perkembangan penyakit pada orang yang sudah mengembangkan Covid-19,” kata pusat tersebut.
(esn)
Lihat Juga :