Peneliti AS Ungkap Penggunaan Vape Tingkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19

Minggu, 17 Mei 2020 - 23:00 WIB
loading...
Peneliti AS Ungkap Penggunaan...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Para peneliti di Amerika Serikat (AS) menemukan fakta bahwa penggunaan vape atau rokok elektronik meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi Covid-19 dan kematian. Para peneliti mempelajari korelasi statistik antara persentase pengguna vape di negara bagian AS dan jumlah infeksi, dan kematian akibat Covid-19.

Mereka menemukan fakta bahwa negara bagian AS yang memiliki proporsi pengguna vape yang lebih tinggi juga memiliki jumlah kasus dan kematian Covid-19 yang lebih banyak setiap hari.

(Baca: Studi: Pasien COVID-19 Kehilangan Indra Penciuman pada Hari Ketiga )

Peneliti menyimpulkan bahwa dengan setiap peningkatan satu persen dalam proporsi pengguna vape di setiap negara bagian, jumlah kasus yang terinfeksi Covid-19 meningkat sebesar 0,3139 dan jumlah kematian meningkat sebesar 0,3705 di setiap negara bagian AS.

“Hubungan positif antara proporsi vapers dan jumlah kasus dan kematian yang terinfeksi Covid-19 di setiap negara bagian AS menunjukkan peningkatan kerentanan vapers terhadap infeksi dan kematian Covid-19,” kata para peneliti dalam makalah mereka, seperti dilansir Al Arabiya.

Penelitian mereka didukung oleh Institut Kanker Nasional dari Institut Kesehatan Nasional (NIH) dan Pusat Administrasi Obat dan Makanan (FDA) untuk Produk Tembakau.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa perokok menghadapi risiko lebih besar mengalami komplikasi akibat virus Corona.

Ada banyak perdebatan tentang bagaimana merokok, apakah rokok biasa atau vape, memengaruhi peluang seseorang terinfeksi virus corona dan kemungkinan meninggal akibat penyakit tersebut. Sebuah penelitian di Prancis bahkan meneliti apakah nikotin dapat mencegah infeksi Covid-19.

(Baca: Risiko Ganda Pasien Hipertensi yang Terinfeksi COVID-19 )

Pusat Penelitian dan Pendidikan Pengendalian Tembakau di Universitas California San Francisco menyarankan kurangi risiko penyakit paru-paru serius yang disebabkan oleh Covid-19 dengan berhenti merokok dan menggunakan vape.

Pusat itu menjelaskan bahwa vape merusak sistem kekebalan tubuh dan secara khusus melemahkan kemampuan paru-paru untuk melawan infeksi. Ini juga mengutip beberapa makalah penelitian studi yang dilakukan pada manusia dan hewan yang menunjukkan bahwa merokok menunda pemulihan dari infeksi pernapasan.

“Pada 16 April 2020, ada 12 makalah yang memiliki data tentang merokok dan perkembangan penyakit Covid-19, 10 dari China, satu dari Korea dan satu dari AS. Meta-analisis kami dari 12 makalah ini menemukan bahwa merokok dikaitkan dengan lebih dari dua kali lipat kemungkinan perkembangan penyakit pada orang yang sudah mengembangkan Covid-19,” kata pusat tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
Berita Terkini
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved