Inggris Ragu China Beri Akses Memadai untuk Tim Penyelidik Covid-19 WHO
Senin, 15 Februari 2021 - 02:14 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan bahwa dia berbagi keprihatinan tentang tingkat akses yang diberikan ke misi pencari fakta Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia ke China. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris , Dominic Raab mengatakan bahwa dia berbagi keprihatinan tentang tingkat akses yang diberikan ke misi pencari fakta Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke China. Ini menggemakan kritik yang sebelumnya diungkapkan Amerika Serikat (AS).
Gedung Putih pada hari Sabtu meminta China untuk menyediakan data dari hari-hari paling awal pandemi. Gedung Putih mengatakan pihaknya memiliki "keprihatinan yang mendalam" tentang cara temuan laporan Covid-19 WHO dikomunikasikan.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Raab mengatakan bahwa London juga memiliki keprihatinan yang sama dengan Washington mengenai hal ini.
"Kami sangat prihatin bahwa mereka mendapatkan kerja sama penuh dan mereka mendapatkan jawaban yang mereka butuhkan," kata Raab dalam wawancara tersebut.Baca juga: China Emoh Berikan Data Mentah COVID-19 kepada WHO
"Jadi kami akan mendorongnya agar memiliki akses penuh, mendapatkan semua data yang diperlukan. Dapat menjawab pertanyaan yang menurut saya ingin didengar kebanyakan orang seputar wabah," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (15/2/2021).
Gedung Putih pada hari Sabtu meminta China untuk menyediakan data dari hari-hari paling awal pandemi. Gedung Putih mengatakan pihaknya memiliki "keprihatinan yang mendalam" tentang cara temuan laporan Covid-19 WHO dikomunikasikan.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Raab mengatakan bahwa London juga memiliki keprihatinan yang sama dengan Washington mengenai hal ini.
"Kami sangat prihatin bahwa mereka mendapatkan kerja sama penuh dan mereka mendapatkan jawaban yang mereka butuhkan," kata Raab dalam wawancara tersebut.Baca juga: China Emoh Berikan Data Mentah COVID-19 kepada WHO
"Jadi kami akan mendorongnya agar memiliki akses penuh, mendapatkan semua data yang diperlukan. Dapat menjawab pertanyaan yang menurut saya ingin didengar kebanyakan orang seputar wabah," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (15/2/2021).
Lihat Juga :