Lakukan Vaksinasi Covid-19, WHO Kerahkan Tim ke Suriah
Kamis, 04 Februari 2021 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
"Prioritas pertama adalah memvaksinasi petugas kesehatan karena memiliki resiko paling tinggi, pekerja sosial dan yang paling rentan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (4/2/2021).
Dia kemudian mengatakan bahwa pihaknya berharap program ini dapat dilakukan pada April mendatang. Dia menyebut, pekerjaan sedang dilakukan untuk bisa merelisasikan hal itu. Baca juga: Tim Ahli WHO Tak Abaikan Kemungkinan Virus Corona Bocor dari Lab Wuhan
"Saya sangat berharap ini akan (dimulai) pada bulan April, tetapi mungkin akan memakan waktu lebih lama, tergantung pada begitu banyak faktor. Kita harus berurusan dengan begitu banyak hal yang tidak diketahui," ujar Magtymova.
Seperti negara lain yang sedang menunggu vaksin melalui COVAX, Suriah juga bisa mendapatkan pasokan langsung dari perusahaan. Namun, sejauh ini belum ada kesepakatan bilateral semacam itu yang diumumkan. Pejabat kesehatan mengatakan Damaskus telah terlibat dalam pembicaraan dengan Rusia dan China mengenai pasokan vaksin.
Magtymova mengatakan, setiap pasokan vaksin yang aman dan efektif yang dapat diperoleh Suriah akan membantu membuat vaksin lebih cepat tersedia untuk semua orang. WHO, jelasnya, tidak memiliki peran dalam kesepakatan bilateral semacam itu.
Dia kemudian mengatakan bahwa pihaknya berharap program ini dapat dilakukan pada April mendatang. Dia menyebut, pekerjaan sedang dilakukan untuk bisa merelisasikan hal itu. Baca juga: Tim Ahli WHO Tak Abaikan Kemungkinan Virus Corona Bocor dari Lab Wuhan
"Saya sangat berharap ini akan (dimulai) pada bulan April, tetapi mungkin akan memakan waktu lebih lama, tergantung pada begitu banyak faktor. Kita harus berurusan dengan begitu banyak hal yang tidak diketahui," ujar Magtymova.
Seperti negara lain yang sedang menunggu vaksin melalui COVAX, Suriah juga bisa mendapatkan pasokan langsung dari perusahaan. Namun, sejauh ini belum ada kesepakatan bilateral semacam itu yang diumumkan. Pejabat kesehatan mengatakan Damaskus telah terlibat dalam pembicaraan dengan Rusia dan China mengenai pasokan vaksin.
Magtymova mengatakan, setiap pasokan vaksin yang aman dan efektif yang dapat diperoleh Suriah akan membantu membuat vaksin lebih cepat tersedia untuk semua orang. WHO, jelasnya, tidak memiliki peran dalam kesepakatan bilateral semacam itu.
(esn)
Lihat Juga :