Israel dan Kosovo Resmikan Hubungan Diplomatik dalam Upacara Virtual

Selasa, 02 Februari 2021 - 22:49 WIB
loading...
Israel dan Kosovo Resmikan...
Menlu Israel Gabi Ashkenazi dan Menlu Kosovo Meliza Haradinaj-Stublla menghadiri upacara virtual di Yerusalem. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Israel dan Kosovo secara resmi menjalin hubungan diplomatik melalui upacara virtual karena krisis virus corona.

Hubungan itu dibuat dalam kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Kosovo merupakan negara mayoritas Muslim yang berjanji membuka kedutaan besar (kedubes) di Yerusalem.

Israel melihat hubungan barunya dengan negara Balkan itu sebagai bagian dari normalisasi yang lebih luas dengan negara-negara Arab dan Muslim dalam perjanjian yang disponsori mantan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Iran Tes Roket Peluncur Satelit Baru, Uji Nyali Pemerintahan Biden

Trump mengumumkan hubungan kedua negara pada September sebagai kesepakatan sampingan dari perjanjian ekonomi antara Kosovo dan Serbia.

Lihat infografis: Nasib Suu Kyi: Bintang Demokrasi, Tutup Mata Genosida Rohingya

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Serbia yang memiliki hubungan dengan Israel juga setuju membuka kedutaan besar di Yerusalem.

Lihat video: Rekam Kudeta Militer Pakai Musik Bang Jago, Dapat Senyum Kepala Polisi

Selama upacara penandatanganan yang diadakan melalui konferensi video Zoom, Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gabi Ashkenazi mengatakan hubungan baru itu "bersejarah" dan "mencerminkan perubahan di kawasan, dan dalam hubungan Arab (dan) dunia Muslim dengan Israel."

Ashkenazi mengatakan dia telah menerima permintaan resmi dari Kosovo untuk mendirikan kedutaan besar di Yerusalem, yang diharapkan para pejabat Israel akan dibuka pada akhir Maret.

Hanya dua negara, Amerika Serikat dan Guatemala yang memiliki kedutaan besar di Yerusalem. Negara lainnya, termasuk Malawi dan Honduras, telah berjanji memindah kedutaannya ke Yerusalem.

Status Yerusalem adalah salah satu rintangan terberat untuk kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967, sebagai ibu kota mereka.

“Upacara penandatanganan tersebut termasuk pembukaan plakat peringatan yang akan dipasang di pintu masuk kedutaan Kosovo di Yerusalem setelah pembukaan kedubes,” papar Kementerian Luar Negeri Israel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Kosovo Meliza Haradinaj-Stublla mengatakan Kosovo dan Israel memiliki ikatan bersejarah. "Kosovo dan Israel telah menyaksikan jalan yang panjang dan menantang untuk eksis sebagai bangsa dan menjadi negara," papar dia.

Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, hampir satu dekade setelah pemberontakan gerilya oleh mayoritas etnis Albania.

Haradinaj-Stublla mengatakan Kosovo telah menerima dukungan untuk perjanjian tersebut dari Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price memuji Israel dan hubungan baru dengan Kosovo.

"Hubungan internasional yang lebih dalam membantu perdamaian dan stabilitas lebih lanjut di Balkan dan Timur Tengah," tweet Price.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved