Medvedev: Navalny Gunakan Cara Sembrono untuk Dapatkan Kekuasaan

Senin, 01 Februari 2021 - 18:56 WIB
loading...
Medvedev: Navalny Gunakan...
Wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev menggambarkan tokoh oposisi Rusia, Alexey Navalny sebagai bajingan politik. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Wakil ketua Dewan Keamanan Rusia , Dmitry Medvedev menggambarkan tokoh oposisi Rusia, Alexey Navalny sebagai 'bajingan politik'. Dia menyebut Navalny menggunakan taktik sembrono untuk bisa meraih kekuasaan.

"Saya memiliki pendapat ini sebelumnya dan saya masih berpikir seperti itu. Saya percaya bahwa Navanly adalah bajingan politik, seseorang yang menggunakan taktik sembrono untuk mendapatkan kekuasaan guna mencapai tujuannya sendiri," kata Medvedev.

"Dalam hal ini, tindakan Navalny menjadi jauh lebih sinis dan gaduh daripada sebelumnya, beberapa tahun yang lalu," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Senin (1/2/2021).Baca juga: Lomba Cari Penawar Corona, Sputnik V Dipesan Malaysia-India dan 25 Negara Lain

Mengomentari penyimpangan yang dilaporkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Federal Rusia, Medvedev mengatakan bahwa masalah tersebut harus diselesaikan dalam prosedur yang sesuai, yaitu di pengadilan.

"Dan pengadilan, secara alami, memiliki hak untuk mengeluarkan keputusan apa pun yang menurutnya tepat dan adil dalam situasi ini. Itulah sebabnya, dalam pengertian ini, kami perlu menunggu keputusan pengadilan," kata Medvedev. Baca juga: Via Surat, Kelompok Anti Korupsi Rusia Minta Biden Sanksi Kolega Putin

Pada 30 Desember 2014, pengadilan distrik Zamoskvoretsky Moskow menghukum Navalny 3,6 tahun penjara dengan masa percobaan lima tahun dan denda USD 6.800 atas tuduhan penipuan dan legalisasi uang. Pada tanggal 4 Agustus 2017, masa percobaan diperpanjang selama satu tahun.

Menurut otoritas lembaga pemasyarakatan, Navalny berulang kali melanggar masa percobaan sepanjang tahun 2020 dan melewatkanwajib lapor dengan pemeriksaan lembaga pemasyarakatan dua kali sebulan pada hari-hari tertentu. Pelanggaran tersebut dilaporkan pada Januari 2020, pada Februari, Maret, Juli, dan Agustus.

Terakhir kali dia muncul untuk wajib lapor adalah pada 3 Agustus 2020. Dia telah berulang kali diperingatkan bahwa pelanggaran semacam itu dapat menyebabkan pencabutan hukuman percobaan dan penggantiannya dengan hukuman penjara yang sebenarnya.

ReplyForward
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Israel Balas Serang...
Israel Balas Serang Iran, Teheran Diguncang Ledakan
Rekomendasi
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Berita Terkini
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved