Medvedev: Navalny Gunakan Cara Sembrono untuk Dapatkan Kekuasaan
"Saya memiliki pendapat ini sebelumnya dan saya masih berpikir seperti itu. Saya percaya bahwa Navanly adalah bajingan politik, seseorang yang menggunakan taktik sembrono untuk mendapatkan kekuasaan guna mencapai tujuannya sendiri," kata Medvedev.
"Dalam hal ini, tindakan Navalny menjadi jauh lebih sinis dan gaduh daripada sebelumnya, beberapa tahun yang lalu," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Senin (1/2/2021).Baca juga: Lomba Cari Penawar Corona, Sputnik V Dipesan Malaysia-India dan 25 Negara Lain
Mengomentari penyimpangan yang dilaporkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Federal Rusia, Medvedev mengatakan bahwa masalah tersebut harus diselesaikan dalam prosedur yang sesuai, yaitu di pengadilan.
"Dan pengadilan, secara alami, memiliki hak untuk mengeluarkan keputusan apa pun yang menurutnya tepat dan adil dalam situasi ini. Itulah sebabnya, dalam pengertian ini, kami perlu menunggu keputusan pengadilan," kata Medvedev. Baca juga: Via Surat, Kelompok Anti Korupsi Rusia Minta Biden Sanksi Kolega Putin
Pada 30 Desember 2014, pengadilan distrik Zamoskvoretsky Moskow menghukum Navalny 3,6 tahun penjara dengan masa percobaan lima tahun dan denda USD 6.800 atas tuduhan penipuan dan legalisasi uang. Pada tanggal 4 Agustus 2017, masa percobaan diperpanjang selama satu tahun.
Menurut otoritas lembaga pemasyarakatan, Navalny berulang kali melanggar masa percobaan sepanjang tahun 2020 dan melewatkanwajib lapor dengan pemeriksaan lembaga pemasyarakatan dua kali sebulan pada hari-hari tertentu. Pelanggaran tersebut dilaporkan pada Januari 2020, pada Februari, Maret, Juli, dan Agustus.
Terakhir kali dia muncul untuk wajib lapor adalah pada 3 Agustus 2020. Dia telah berulang kali diperingatkan bahwa pelanggaran semacam itu dapat menyebabkan pencabutan hukuman percobaan dan penggantiannya dengan hukuman penjara yang sebenarnya.
| ReplyForward |