Sedang Pandemi Covid-19, 20 Pria Kolombia Malah Pesta Seks
Sabtu, 16 Mei 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Belum diketahui apakah pria tersebut dinyatakan positif atau negatif Covid-19.
Wali Kota Cali, Jorge Iván Ospina, mengatakan kantor polisi dan kejaksaan masih dalam tahap awal penyelidikan dan belum menentukan apakah 20 orang itu akan menghadapi dakwaan.
"Kami berjuang untuk hidup. Namun, mereka telah mengorganisir pesta di media sosial dengan niat buruk dan berbahaya. Mereka melanggar polisi, melanggar karantina, melanggar hukum," kata Ospina.
“Kami menghadapi kemungkinan kasus (infeksi) dan kemungkinan kontak Covid-19. Mungkin mereka tidak tahu bahwa kami memiliki lebih dari 1.000 kasus di Cali. Mereka melanggar semua aturan. Ini bukan tentang orang-orang yang melanggar isolasi untuk pergi bekerja. Mereka (peserta pesta seks) bodoh," kesal Wali Kota Ospina, seperti dikutip Mail Online, kemarin.
Pihak berwenang Kolombia telah melaporkan beberapa pesta seks di tengah-tengah perintah lockdown untuk membendung penyebaran virus corona baru yang hingga Sabtu (16/5/2020) telah menginfeksi 14.216 termasuk 546 di antaranya telah meninggal.
Wali Kota Cali, Jorge Iván Ospina, mengatakan kantor polisi dan kejaksaan masih dalam tahap awal penyelidikan dan belum menentukan apakah 20 orang itu akan menghadapi dakwaan.
"Kami berjuang untuk hidup. Namun, mereka telah mengorganisir pesta di media sosial dengan niat buruk dan berbahaya. Mereka melanggar polisi, melanggar karantina, melanggar hukum," kata Ospina.
“Kami menghadapi kemungkinan kasus (infeksi) dan kemungkinan kontak Covid-19. Mungkin mereka tidak tahu bahwa kami memiliki lebih dari 1.000 kasus di Cali. Mereka melanggar semua aturan. Ini bukan tentang orang-orang yang melanggar isolasi untuk pergi bekerja. Mereka (peserta pesta seks) bodoh," kesal Wali Kota Ospina, seperti dikutip Mail Online, kemarin.
Pihak berwenang Kolombia telah melaporkan beberapa pesta seks di tengah-tengah perintah lockdown untuk membendung penyebaran virus corona baru yang hingga Sabtu (16/5/2020) telah menginfeksi 14.216 termasuk 546 di antaranya telah meninggal.
Lihat Juga :