Cantik-cantik di Instagram, tapi Ternyata Bos Mafia
Rabu, 27 Januari 2021 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Penelitian menunjukkan ada peningkatan 400 persen dalam jumlah wanita yang dipenjara karena kejahatan federal di Meksiko dalam tiga tahun menjelang kematian Felix.
“Ada hubungan yang tak terpisahkan antara seks dan kematian dalam budaya para pembunuh wanita ini dalam upaya menjadi yang paling diinginkan oleh para pria narkotika,” kata profesor Virginia Commonwealth University, Andrew Chesnut.
"Mereka juga berusaha menjadi yang paling brutal di antara kelompok teman sebayanya."
Di Polandia, wanita cantik berambut pirang; Magdalena Kralka, 30, menjadi bos nomor dua dari geng narkoba dan pemerasan yang berbasis di Krakow.
Dia naik ke puncak pimpinan geng setelah pacarnya ditembak mati oleh polisi anti-teror pada tahun 2017 dan sekarang dalam pelarian, sebagai salah satu wanita paling dicari Interpol di dunia.
Geng Sisilia
Italia, rumah bersejarah mafia, adalah negara lain di mana dominasi laki-laki sedang digulingkan, dengan sekitar sepertiga dari geng kejahatan di Sisilia sekarang adalah wanita.
Nunzia D’Amico, 37, menggantikan saudara laki-lakinya sebagai kepala keluarga kriminal D’Amico yang ditakuti sebelum dia terbunuh dalam hujan peluru saat dia mendorong bayinya di kereta dorong bayi di Naples pada 2015.
Raffaella D’Alterio, yang dijuluki "Big Kitten", menjadi pemimpin geng Napoli lainnya setelah kematian suami yang merupakan bos geng kriminal tersebut. Dia ditangkap pada 2012, saat berusia 46 tahun.
Corrado De Rosa, seorang psikiater dan saksi ahli dalam persidangan mafia, mengatakan pada saat itu: “Wanita biasanya bukanlah orang yang melakukan kekerasan. Tapi hari ini mereka jauh lebih aktif dan kuat."
"Mereka tahu cara kerja mafia dan mereka semakin menjadi pusat bisnisnya, dan mereka belajar dan belajar," katanya.
Wanita juga menjadi anggota kunci geng yang beroperasi di Barbados di Karibia.
Direktur Criminal Justice and Research Planning Unit (CJRPU) Barbados Cheryl Willoughby berkata: “Jika kita melihat budaya geng di Barbados—dan ya, kami memiliki geng di Barbados—penelitian kami menunjukkan bahwa beberapa dari wanita muda ini adalah dalang dari beberapa dari kejahatan serius yang kami lihat."
“Mereka memiliki pengaruh besar atas apa yang terjadi di tingkat komunitas dan tentu saja kita akan melihat perubahan sifat perilaku kriminal di kalangan remaja putri kita," paparnya.
“Ada hubungan yang tak terpisahkan antara seks dan kematian dalam budaya para pembunuh wanita ini dalam upaya menjadi yang paling diinginkan oleh para pria narkotika,” kata profesor Virginia Commonwealth University, Andrew Chesnut.
"Mereka juga berusaha menjadi yang paling brutal di antara kelompok teman sebayanya."
Di Polandia, wanita cantik berambut pirang; Magdalena Kralka, 30, menjadi bos nomor dua dari geng narkoba dan pemerasan yang berbasis di Krakow.
Dia naik ke puncak pimpinan geng setelah pacarnya ditembak mati oleh polisi anti-teror pada tahun 2017 dan sekarang dalam pelarian, sebagai salah satu wanita paling dicari Interpol di dunia.
Geng Sisilia
Italia, rumah bersejarah mafia, adalah negara lain di mana dominasi laki-laki sedang digulingkan, dengan sekitar sepertiga dari geng kejahatan di Sisilia sekarang adalah wanita.
Nunzia D’Amico, 37, menggantikan saudara laki-lakinya sebagai kepala keluarga kriminal D’Amico yang ditakuti sebelum dia terbunuh dalam hujan peluru saat dia mendorong bayinya di kereta dorong bayi di Naples pada 2015.
Raffaella D’Alterio, yang dijuluki "Big Kitten", menjadi pemimpin geng Napoli lainnya setelah kematian suami yang merupakan bos geng kriminal tersebut. Dia ditangkap pada 2012, saat berusia 46 tahun.
Corrado De Rosa, seorang psikiater dan saksi ahli dalam persidangan mafia, mengatakan pada saat itu: “Wanita biasanya bukanlah orang yang melakukan kekerasan. Tapi hari ini mereka jauh lebih aktif dan kuat."
"Mereka tahu cara kerja mafia dan mereka semakin menjadi pusat bisnisnya, dan mereka belajar dan belajar," katanya.
Wanita juga menjadi anggota kunci geng yang beroperasi di Barbados di Karibia.
Direktur Criminal Justice and Research Planning Unit (CJRPU) Barbados Cheryl Willoughby berkata: “Jika kita melihat budaya geng di Barbados—dan ya, kami memiliki geng di Barbados—penelitian kami menunjukkan bahwa beberapa dari wanita muda ini adalah dalang dari beberapa dari kejahatan serius yang kami lihat."
“Mereka memiliki pengaruh besar atas apa yang terjadi di tingkat komunitas dan tentu saja kita akan melihat perubahan sifat perilaku kriminal di kalangan remaja putri kita," paparnya.
(min)
Lihat Juga :