Cantik-cantik di Instagram, tapi Ternyata Bos Mafia
Rabu, 27 Januari 2021 - 15:20 WIB
loading...
Para wanita yang jadi bos mafia di dunia. Foto/The Scottish Sun
A
A
A
MEXICO CITY - Dari akun Instagram mereka, Anda tidak akan pernah menyangka bahwa para wanita ini menjalankan beberapa organisasi kejahatan paling kejam di dunia.
Mengintip halaman Instagram mereka, mereka terlihat seperti banyak orang lainnya—berbagi foto dan berbagi gosip. Tapi di balik selfie mereka yang tersenyum ada bisnis narkoba, pemerasan, dan bahkan pembunuhan.
Shazia Din dan Natalie Wrafter yang berbasis di Manchester adalah bos teratas dari geng kejahatan yang menjual heroin dan kokain di utara Inggris. Natalie Wrafter menjadi bos kriminal ketika ayahnya dipenjara.
Baca juga: Israel Berencana Serang Iran, Ini Perbandingan Militer Keduanya
Natalie Wrafter yang dijuluki "Godmothers" pernah terekam menukar sebundel narkoba dan uang tunai dari bagasi Mercedes Shazia senilai USD90.000 sebelum penangkapan mereka pada tahun 2019.
Shazia, 42,—dijuluki sebagai "Queen of Crime" di lingkaran dunia bawah—bahkan menggendong anak kecil Natalie di pelukannya saat mereka menyelesaikan kesepakatan.
Sekarang terungkap bagaimana para wanita mengambil alih organisasi seperti mafia di seluruh dunia.
Di Inggris, jumlah anggota geng wanita meningkat, dengan para ahli mengatakan para penjahat wanita menjadi lebih haus darah dan kejam daripada rekan pria mereka.
Kantor Statistik Nasional mengatakan sekitar setengah dari 27.000 anggota geng anak di Inggris sekarang adalah perempuan.
Laporan yang diperintahkan oleh pemerintah Inggris tahun 2019 menemukan bahwa jumlah pelanggar wanita banyak dan terus bertambah.
Shazia, asal Bury, Greater Manchester, menggunakan kurir narkoba wanita untuk mengirimkan heroin dan kokain ke seluruh Inggris utara karena kemungkinannya kecil untuk dihentikan, berkomunikasi dengan mereka melalui perangkat lunak EncroChat terenkripsi.
Baca juga: Remaja Singapura Hendak Bantai Para Muslim di 2 Masjid, Terinspirasi Teroris Christchurch
Sementara itu, akun Instagram-nya menampilkan dirinya sebagai Ibu sekaligus pengusaha yang glamor.
Satu foto menunjukkan putrinya dengan seekor anjing bulldog Prancis di rumah mereka yang rapi. Yang lain menunjukkan Shazia bergigi putih yang sempurna saat dia tersenyum untuk selfie dengan seorang anak meniup ciuman di sebelahnya.
Akun Instagram perusahaan Beauty Booth UK miliknya menjual maskara, lipstik, dan body lotion secara online, tetapi secara mengejutkan juga merupakan front untuk kegiatan pencucian uang Din OCG—yang menggunakan foto selebriti seperti Meghan Markle untuk mempromosikan produknya.
Kehidupan Ganda
Mengintip halaman Instagram mereka, mereka terlihat seperti banyak orang lainnya—berbagi foto dan berbagi gosip. Tapi di balik selfie mereka yang tersenyum ada bisnis narkoba, pemerasan, dan bahkan pembunuhan.
Shazia Din dan Natalie Wrafter yang berbasis di Manchester adalah bos teratas dari geng kejahatan yang menjual heroin dan kokain di utara Inggris. Natalie Wrafter menjadi bos kriminal ketika ayahnya dipenjara.
Baca juga: Israel Berencana Serang Iran, Ini Perbandingan Militer Keduanya
Natalie Wrafter yang dijuluki "Godmothers" pernah terekam menukar sebundel narkoba dan uang tunai dari bagasi Mercedes Shazia senilai USD90.000 sebelum penangkapan mereka pada tahun 2019.
Shazia, 42,—dijuluki sebagai "Queen of Crime" di lingkaran dunia bawah—bahkan menggendong anak kecil Natalie di pelukannya saat mereka menyelesaikan kesepakatan.
Sekarang terungkap bagaimana para wanita mengambil alih organisasi seperti mafia di seluruh dunia.
Di Inggris, jumlah anggota geng wanita meningkat, dengan para ahli mengatakan para penjahat wanita menjadi lebih haus darah dan kejam daripada rekan pria mereka.
Kantor Statistik Nasional mengatakan sekitar setengah dari 27.000 anggota geng anak di Inggris sekarang adalah perempuan.
Laporan yang diperintahkan oleh pemerintah Inggris tahun 2019 menemukan bahwa jumlah pelanggar wanita banyak dan terus bertambah.
Shazia, asal Bury, Greater Manchester, menggunakan kurir narkoba wanita untuk mengirimkan heroin dan kokain ke seluruh Inggris utara karena kemungkinannya kecil untuk dihentikan, berkomunikasi dengan mereka melalui perangkat lunak EncroChat terenkripsi.
Baca juga: Remaja Singapura Hendak Bantai Para Muslim di 2 Masjid, Terinspirasi Teroris Christchurch
Sementara itu, akun Instagram-nya menampilkan dirinya sebagai Ibu sekaligus pengusaha yang glamor.
Satu foto menunjukkan putrinya dengan seekor anjing bulldog Prancis di rumah mereka yang rapi. Yang lain menunjukkan Shazia bergigi putih yang sempurna saat dia tersenyum untuk selfie dengan seorang anak meniup ciuman di sebelahnya.
Akun Instagram perusahaan Beauty Booth UK miliknya menjual maskara, lipstik, dan body lotion secara online, tetapi secara mengejutkan juga merupakan front untuk kegiatan pencucian uang Din OCG—yang menggunakan foto selebriti seperti Meghan Markle untuk mempromosikan produknya.
Kehidupan Ganda
Lihat Juga :