Jenderal Israel Sebut AS Kembali ke Kesepakatan Nuklir Iran sebagai Kesalahan Besar
Rabu, 27 Januari 2021 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
"Iran saat ini bukanlah Iran tahun 2015. Saat ini, Iran berada di bawah tekanan yang sangat besar, tekanan ekonomi yang harus dipertahankan dengan segala cara, apa pun yang terjadi. ”
Jenderal Israel itu mengatakan bahwa aktivitas sentrifugal canggih Iran dan kemajuan baru-baru ini dalam pengayaan uranium dapat berarti bahwa rezim tersebut "hanya beberapa minggu" lagi untuk bisa memproduksi bom nuklir.
Tindakan seketat mungkin, ujarnya, harus diambil untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Baca juga: Di PBB, AS dengan Tegas Dukung Solusi Dua Negara Israel dan Palestina
“Berdasarkan analisis fundamental ini, saya telah menginstruksikan IDF untuk menyusun sejumlah rencana operasional, selain rencana yang ada, dan kami sedang mengerjakannya dengan tekun dan akan mengembangkannya di tahun-tahun mendatang,” kata Kochavi.
Dia menambahkan bahwa setiap keputusan untuk bertindak atas rencana IDF akan dibuat oleh kepemimpinan politik Israel dan bahwa rencana ini harus ada di atas meja.
Jenderal Israel itu mengatakan bahwa aktivitas sentrifugal canggih Iran dan kemajuan baru-baru ini dalam pengayaan uranium dapat berarti bahwa rezim tersebut "hanya beberapa minggu" lagi untuk bisa memproduksi bom nuklir.
Tindakan seketat mungkin, ujarnya, harus diambil untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Baca juga: Di PBB, AS dengan Tegas Dukung Solusi Dua Negara Israel dan Palestina
“Berdasarkan analisis fundamental ini, saya telah menginstruksikan IDF untuk menyusun sejumlah rencana operasional, selain rencana yang ada, dan kami sedang mengerjakannya dengan tekun dan akan mengembangkannya di tahun-tahun mendatang,” kata Kochavi.
Dia menambahkan bahwa setiap keputusan untuk bertindak atas rencana IDF akan dibuat oleh kepemimpinan politik Israel dan bahwa rencana ini harus ada di atas meja.
(esn)
Lihat Juga :