Desak Biden Cabut Sanksi, Iran Ancam Blokir Inspeksi ke Situs Nuklir
Rabu, 27 Januari 2021 - 02:01 WIB
loading...
A
A
A
Itu terjadi setelah Parlemen Iran menyetujui RUU pada bulan Desember lalu yang memaksa pemerintah untuk menangguhkan inspeksi IAEA dan meningkatkan produksi uranium jika pihak penandatangan Eropa untuk perjanjian nuklir 2015 gagal mencabut sanksi terhadap Iran.
Pada 2018, Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan - yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) - dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimumnya.
Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyerukan pemerintahan Biden yang baru untuk memberikan keringanan sanksi bagi Iran sebagai imbalan atas kepatuhan Iran dengan JCPOA.
Baca juga: Kepala Mossad Israel Bertemu Biden, Bahas Kesepakatan Nuklir Iran
"Jika masalah ini diselesaikan, maka kami akan kembali untuk sepenuhnya mematuhi JCPOA. Kami akan menyambut inspektur IAEA seperti yang disebutkan dalam protokol," kata Zarif pada konferensi pers, setelah pertemuan dengan timpalannya dari Rusia, Sergey Lavrov.
Pada 2018, Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan - yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) - dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimumnya.
Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyerukan pemerintahan Biden yang baru untuk memberikan keringanan sanksi bagi Iran sebagai imbalan atas kepatuhan Iran dengan JCPOA.
Baca juga: Kepala Mossad Israel Bertemu Biden, Bahas Kesepakatan Nuklir Iran
"Jika masalah ini diselesaikan, maka kami akan kembali untuk sepenuhnya mematuhi JCPOA. Kami akan menyambut inspektur IAEA seperti yang disebutkan dalam protokol," kata Zarif pada konferensi pers, setelah pertemuan dengan timpalannya dari Rusia, Sergey Lavrov.
Lihat Juga :