Ratusan Ribu Warga Inggris Meninggal Akibat COVID-19, PM Johnson Berduka
Rabu, 27 Januari 2021 - 01:24 WIB
loading...
A
A
A
Inggris, yang sejauh ini merupakan negara terpadat dari empat negara Britania Raya, kembali melakukan penguncian nasional pada 5 Januari, yang mencakup penutupan pub, restoran, toko non-esensial, dan sekolah bagi sebagian besar siswa. Pembatasan perjalanan lebih lanjut juga telah diberlakukan.
Baca juga: Bukti Menunjukkan Varian Baru COVID-19 Inggris Lebih Mematikan
Pada bulan Desember, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin COVID-19 buatan Pfizer. Negara ini telah menetapkan sendiri vaksinasi kepada semua orang berusia 70 tahun ke atas, mereka yang secara klinis rentan, pekerja kesehatan dan perawatan sosial garis depan dan orang dewasa yang lebih tua di panti jompo pada pertengahan Februari.
Hingga Senin, sebanyak 6.853.327 orang telah menerima dosis pertama dan 472.446 dosis kedua.
Pemerintah Inggris mengatakan tingkat vaksinasi dan keberhasilan vaksinasi adalah kunci untuk dapat melonggarkan pembatasan karena Inggris berjuang dengan kematian tertinggi per 100.000 orang di dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.
“Sayangnya kita akan melihat lebih banyak kematian selama beberapa minggu ke depan sebelum efek dari vaksin mulai dirasakan,” kata Chris Whitty, kepala petugas medis Inggris.
Baca juga: Bukti Menunjukkan Varian Baru COVID-19 Inggris Lebih Mematikan
Pada bulan Desember, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin COVID-19 buatan Pfizer. Negara ini telah menetapkan sendiri vaksinasi kepada semua orang berusia 70 tahun ke atas, mereka yang secara klinis rentan, pekerja kesehatan dan perawatan sosial garis depan dan orang dewasa yang lebih tua di panti jompo pada pertengahan Februari.
Hingga Senin, sebanyak 6.853.327 orang telah menerima dosis pertama dan 472.446 dosis kedua.
Pemerintah Inggris mengatakan tingkat vaksinasi dan keberhasilan vaksinasi adalah kunci untuk dapat melonggarkan pembatasan karena Inggris berjuang dengan kematian tertinggi per 100.000 orang di dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.
“Sayangnya kita akan melihat lebih banyak kematian selama beberapa minggu ke depan sebelum efek dari vaksin mulai dirasakan,” kata Chris Whitty, kepala petugas medis Inggris.
Lihat Juga :