AS Kerahkan Kapal Induk saat Pesawat Pembom Nuklir China Usik Taiwan
Senin, 25 Januari 2021 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa delapan pesawat pembom H-6K China, empat jet tempur J-16 dan sebuah pesawat anti-kapal selam Y-8 telah memasuki ADIZ Taiwan. China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya, telah melakukan penerbangan hampir setiap hari di dekat pulau itu dalam beberapa bulan terakhir, biasanya melibatkan pesawat pengintai. Tetapi kontingen besar yang melibatkan sejumlah pesawat pembom pada hari Sabtu merupakan manuver yang tidak biasa.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan militernya telah memperingatkan pesawat China dan mengerahkan rudal untuk memantau mereka.
"Serangan peringatan lintas udara telah ditugaskan, peringatan radio dikeluarkan dan sistem rudal pertahanan udara dikerahkan untuk memantau aktivitas tersebut," kata kementerian itu dalam pernyataan singkat di situsnya.
Washington mengecam Beijing atas tindakan tersebut, mengkritik upaya China yang sedang berlangsung untuk mengintimidasi tetangganya.
"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan.
"Kami akan terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai."
Baca juga: Daftar Militer Terkuat Dunia 2021: Indonesia Ungguli Israel dan Saudi
Pernyataan tersebut dapat mengindikasikan bahwa pemerintahan Biden akan terus melibatkan diri dengan Taiwan, yang membuat China kecewa. Pemerintahan Donald Trump, pendahulu Biden, telah meningkatkan keterlibatannya dengan Taipei, memublikasikan beberapa kunjungan tingkat tinggi dan menyegel sejumlah kesepakatan senjata dengan pulau itu.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan militernya telah memperingatkan pesawat China dan mengerahkan rudal untuk memantau mereka.
"Serangan peringatan lintas udara telah ditugaskan, peringatan radio dikeluarkan dan sistem rudal pertahanan udara dikerahkan untuk memantau aktivitas tersebut," kata kementerian itu dalam pernyataan singkat di situsnya.
Washington mengecam Beijing atas tindakan tersebut, mengkritik upaya China yang sedang berlangsung untuk mengintimidasi tetangganya.
"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan.
"Kami akan terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai."
Baca juga: Daftar Militer Terkuat Dunia 2021: Indonesia Ungguli Israel dan Saudi
Pernyataan tersebut dapat mengindikasikan bahwa pemerintahan Biden akan terus melibatkan diri dengan Taiwan, yang membuat China kecewa. Pemerintahan Donald Trump, pendahulu Biden, telah meningkatkan keterlibatannya dengan Taipei, memublikasikan beberapa kunjungan tingkat tinggi dan menyegel sejumlah kesepakatan senjata dengan pulau itu.
Lihat Juga :