Penolakan Ekstradisi Assange Jadi Pukulan bagi AS

Minggu, 24 Januari 2021 - 22:00 WIB
loading...
A A A
"Dalam mendasarkan keputusannya atas dasar kesehatan dan menolak argumen pembelaan berdasarkan hak untuk kebebasan berbicara, hakim memberikan penghiburan kepada AS. Mereka masih dapat mengajukan banding dan masih dapat mengancam pelapor dengan retribusi yang menakutkan, dan memberikan pukulan yang mengerikan kepada para pembela kebebasan pers di mana-mana," ucap Ford, seperti dilansir Sputnik.

"Dengan menolak semua argumen hukum yang didasarkan pada prinsip-prinsip kebebasan pers, Baraitser telah menghindari preseden baru untuk membela kebebasan berbicara dalam kasus tersebut. Atas dasar hukum yang ketat, putusan tersebut membuat para pelapor dan pembela kebebasan pers umumnya tidak lebih maju dari mereka," katanya.

Baca: Trump Tawarkan Ampuni Assange Jika Beri Info Sumber Email Demokrat

Profesor Hukum Universitas Illinois Francis Boyle memperingatkan bahwa struktur hukum yang canggih untuk memastikan ekstradisi yang cepat dan teratur terhadap individu yang dicari oleh pemerintah AS sudah ada di Inggris.

Profesor Urusan Internasional Universitas Pittsburgh, Michael Brenner mengatakan hal yang sama. Di mana, menurutnya Assange masih bisa menghadapi ekstradisi diikuti dengan penahanan seumur hidup di AS.

"Saya pikir (peluang])keputusan itu dibatalkan saat naik banding adalah 50-50. Jika itu terjadi, Assange akan segera ditempatkan di pesawat dan dipenjara seumur hidup di ruang bintang. Hampir tidak akan ada kritik terhadap tindakan keterlaluan di seluruh spektrum politik AS dan media arus utama," ucap Brenner.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
AS Akan Gunakan Aset-Aset...
AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?
Rekomendasi
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Berita Terkini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved