Pidato Pepisahan Trump: Kita Bangsa yang Sopan, Serangan Capitol Ngeri
Rabu, 20 Januari 2021 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pejabat Trump: Indonesia dan Israel Hampir Normalisasi, tapi Waktu Habis
"Saya mencalonkan diri sebagai presiden karena saya tahu ada KTT baru yang menjulang tinggi untuk Amerika yang menunggu untuk diskalakan. Saya tahu potensi bangsa kita tidak terbatas, selama kita mengutamakan Amerika."
“Jadi saya meninggalkan kehidupan saya sebelumnya dan melangkah ke arena yang sangat sulit. Tapi sebuah arena, bagaimanapun, dengan segala macam potensi jika dilakukan dengan benar. Amerika telah memberi saya begitu banyak dan saya ingin memberikan sesuatu kembali," katanya.
Baca juga: Dunia Usaha Bisa Bergairah Efek Pelantikan Joe Biden
“Bersama dengan jutaan patriot pekerja keras di seluruh negeri ini, kami membangun gerakan politik terbesar dalam sejarah negara kami. Kami juga membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dunia," imbuh dia.
“Kami mengembalikan prinsip bahwa bangsa ada untuk melayani warganya. Agenda kami bukan tentang kanan atau kiri, tentang Republik atau Demokrat, tetapi tentang kebaikan suatu bangsa. Dan itu berarti seluruh bangsa," katanya.
“Kami mencapai lebih dari yang diperkirakan siapa pun. Tidak ada yang mengira kami bisa mendekati."
Dia juga berbicara tentang tantangan yang dihadapi Amerika.
"Saya mencalonkan diri sebagai presiden karena saya tahu ada KTT baru yang menjulang tinggi untuk Amerika yang menunggu untuk diskalakan. Saya tahu potensi bangsa kita tidak terbatas, selama kita mengutamakan Amerika."
“Jadi saya meninggalkan kehidupan saya sebelumnya dan melangkah ke arena yang sangat sulit. Tapi sebuah arena, bagaimanapun, dengan segala macam potensi jika dilakukan dengan benar. Amerika telah memberi saya begitu banyak dan saya ingin memberikan sesuatu kembali," katanya.
Baca juga: Dunia Usaha Bisa Bergairah Efek Pelantikan Joe Biden
“Bersama dengan jutaan patriot pekerja keras di seluruh negeri ini, kami membangun gerakan politik terbesar dalam sejarah negara kami. Kami juga membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dunia," imbuh dia.
“Kami mengembalikan prinsip bahwa bangsa ada untuk melayani warganya. Agenda kami bukan tentang kanan atau kiri, tentang Republik atau Demokrat, tetapi tentang kebaikan suatu bangsa. Dan itu berarti seluruh bangsa," katanya.
“Kami mencapai lebih dari yang diperkirakan siapa pun. Tidak ada yang mengira kami bisa mendekati."
Dia juga berbicara tentang tantangan yang dihadapi Amerika.
Lihat Juga :