Jarang Terjadi, Salju Menyelimuti Arab Saudi Saat Suhu Turun Drastis
Rabu, 20 Januari 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Suhu di kota yang dikenal sebagai "Gerbang Menuju Gurun" karena posisinya di Pegunungan Atlas hampir 1.000 meter di atas permukaan laut, turun hingga minus 3 derajat Celsius pada Rabu lalu.
Ain Sefra juga melaporkan salju pada 2018, untuk ketiga kalinya dalam 40 tahun.
Salju sangat jarang terjadi di gurun, meski tidak sepenuhnya tak dikenal. Sistem bertekanan tinggi dari udara dingin bergerak di atas gurun, mengambil kelembapan dalam perjalanan dan menyebabkan suhu yang sangat rendah.
Meskipun salju gurun biasanya mencair dengan sangat cepat, suhu beku di Arab Saudi dan Aljazair berarti salju itu bertahan lebih lama dari biasanya.
Tahun lalu, salju turun di Baghdad, Irak, untuk kedua kalinya dalam abad ini. Hujan salju terakhir yang tercatat di kota itu terjadi pada 2008, tetapi banyak penduduk mengatakan itu adalah pertama kalinya mereka melihat salju.
Orang-orang Baghdad lebih terbiasa dengan panas daripada dingin. Mereka biasa mengalami suhu hingga 50 derajat Celsius selama bulan-bulan musim panas.
Ain Sefra juga melaporkan salju pada 2018, untuk ketiga kalinya dalam 40 tahun.
Salju sangat jarang terjadi di gurun, meski tidak sepenuhnya tak dikenal. Sistem bertekanan tinggi dari udara dingin bergerak di atas gurun, mengambil kelembapan dalam perjalanan dan menyebabkan suhu yang sangat rendah.
Meskipun salju gurun biasanya mencair dengan sangat cepat, suhu beku di Arab Saudi dan Aljazair berarti salju itu bertahan lebih lama dari biasanya.
Tahun lalu, salju turun di Baghdad, Irak, untuk kedua kalinya dalam abad ini. Hujan salju terakhir yang tercatat di kota itu terjadi pada 2008, tetapi banyak penduduk mengatakan itu adalah pertama kalinya mereka melihat salju.
Orang-orang Baghdad lebih terbiasa dengan panas daripada dingin. Mereka biasa mengalami suhu hingga 50 derajat Celsius selama bulan-bulan musim panas.
(sya)
Lihat Juga :