AS Hendak Jatuhkan Sanksi Terkait Covid-19, China Siap Balas
Jum'at, 15 Mei 2020 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan pembalasan sanksi oleh Beijing akan ditargetkan pada sejumlah anggota Kongres dan pejabat lainnya yang dianggap terlibat dalam upaya untuk menjelek-jelekkan Beijing atas dugaan tanggung jawabnya terkait pandemi Covid-19.
Menurut The Global Times pembalasan menyakitkan kemungkinan akan menargetkan Senator John Hawley yang merancang undang-undang pada pertengahan April yang akan memungkinkan warga AS untuk menuntut pemerintah China atas tuduhan menutupi kebenaran tentang Covid-19 . Rekan senatnya, Tom Cotton, serta anggota Kongres Dan Crenshaw yang memperkenalkan RUU serupa dan juga jadi target potensial untuk sanksi pembalasan. (Baca juga: Intelijen Lima Mata Tunjukkan Bagaimana China Tipu Dunia soal COVID-19 )
Jaksa Agung Missouri Eric Schmitt, yang menggugat China atas nama negara bagian itu, juga diincar Beijing. "Anggota parlemen AS yang mendorong undang-undang 'anti-China' merusak hubungan bilateral untuk keuntungan politik mereka sendiri," kata Yuan Zheng, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China (CASS), kepada The Global Times, yang dilansir Jumat (15/5/2020). Dia berpendapat bahwa Beijing harus menindak tindakan sembrono tersebut.
"Kita tidak bisa hanya menyerang balik secara simbolis, tetapi harus memaksakan tindakan balasan yang bisa membuat mereka merasakan sakit," katanya.
Menurut The Global Times pembalasan menyakitkan kemungkinan akan menargetkan Senator John Hawley yang merancang undang-undang pada pertengahan April yang akan memungkinkan warga AS untuk menuntut pemerintah China atas tuduhan menutupi kebenaran tentang Covid-19 . Rekan senatnya, Tom Cotton, serta anggota Kongres Dan Crenshaw yang memperkenalkan RUU serupa dan juga jadi target potensial untuk sanksi pembalasan. (Baca juga: Intelijen Lima Mata Tunjukkan Bagaimana China Tipu Dunia soal COVID-19 )
Jaksa Agung Missouri Eric Schmitt, yang menggugat China atas nama negara bagian itu, juga diincar Beijing. "Anggota parlemen AS yang mendorong undang-undang 'anti-China' merusak hubungan bilateral untuk keuntungan politik mereka sendiri," kata Yuan Zheng, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China (CASS), kepada The Global Times, yang dilansir Jumat (15/5/2020). Dia berpendapat bahwa Beijing harus menindak tindakan sembrono tersebut.
"Kita tidak bisa hanya menyerang balik secara simbolis, tetapi harus memaksakan tindakan balasan yang bisa membuat mereka merasakan sakit," katanya.
(min)
Lihat Juga :