Krisis Corona di Jepang dan Korea Selatan Memburuk
Selasa, 05 Januari 2021 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Jepang mengalami 4.520 kasus baru pada akhir tahun lalu di Tokyo. Kasus baru pun terus bermunculan. “Selama tiga pekan libur tahun baru, kasus tidak menunjukkan penurunan di Tokyo,” kata Suga. Dia mengatakan, pemerintah perlu memberikan pesan kuat yang dibutuhkan. Namun, dia tidak menjelaskan keputusan yang akan diambil dan pembatasan yang akan dilakukan. (Baca juga: Doa untuk Pengantin Baru Beserta Maknanya)
Sebagai kebijakan sementara, restoran dan tempat-tempat karaoke di area Tokyo diminta tutup pada pukul 08.00 malam, sementara tempat bisnis yang menyajikan alkohol harus tutup pada pukul 07.00 malam. Jika keadaan darurat diumumkan, itu akan menjadi kedua kalinya bagi Jepang memasuki keadaan darurat terkait pandemi COVID-19. Keadaan darurat yang pertama berlangsung selama lebih dari sebulan musim semi lalu, ketika sekolah dan bisnis yang tidak penting diminta untuk tutup.
Jepang mengandalkan penutupan sukarela dan pembatasan perjalanan daripada menempuh jenis tindakan penguncian yang kaku yang dilakukan di beberapa negara lain. Meskipun jumlah kasus COVID-19 di Jepang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan banyak negara di bagian Eropa dan Amerika, Suga menghadapi tantangan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade di Tokyo musim panas ini setelah pandemi COVID-19 menyebabkan penundaan pertama Olimpiade pada 2020.
Akibat ketidakjelasan tersebut, banyak warga Tokyo mengalami kebingungan. “Kita akan menghadapi Olimpiade, tetapi justru ada status darurat. Ada apa ini?” ungkap Mii Mama, pengguna Twitter. (Baca juga: 5 Fakta Parosmia, Gejala Baru Covid-19)
Sementara itu, Korsel memperluas larangan pertemuan pribadi lebih dari empat orang di seluruh negeri. Selain itu, Korsel juga memperpanjang aturan menjaga jarak. Itu dikarenakan jumlah kasus harian meningkat kembali menjadi lebih dari 1.000 dalam empat hari.
Sebagai kebijakan sementara, restoran dan tempat-tempat karaoke di area Tokyo diminta tutup pada pukul 08.00 malam, sementara tempat bisnis yang menyajikan alkohol harus tutup pada pukul 07.00 malam. Jika keadaan darurat diumumkan, itu akan menjadi kedua kalinya bagi Jepang memasuki keadaan darurat terkait pandemi COVID-19. Keadaan darurat yang pertama berlangsung selama lebih dari sebulan musim semi lalu, ketika sekolah dan bisnis yang tidak penting diminta untuk tutup.
Jepang mengandalkan penutupan sukarela dan pembatasan perjalanan daripada menempuh jenis tindakan penguncian yang kaku yang dilakukan di beberapa negara lain. Meskipun jumlah kasus COVID-19 di Jepang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan banyak negara di bagian Eropa dan Amerika, Suga menghadapi tantangan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade di Tokyo musim panas ini setelah pandemi COVID-19 menyebabkan penundaan pertama Olimpiade pada 2020.
Akibat ketidakjelasan tersebut, banyak warga Tokyo mengalami kebingungan. “Kita akan menghadapi Olimpiade, tetapi justru ada status darurat. Ada apa ini?” ungkap Mii Mama, pengguna Twitter. (Baca juga: 5 Fakta Parosmia, Gejala Baru Covid-19)
Sementara itu, Korsel memperluas larangan pertemuan pribadi lebih dari empat orang di seluruh negeri. Selain itu, Korsel juga memperpanjang aturan menjaga jarak. Itu dikarenakan jumlah kasus harian meningkat kembali menjadi lebih dari 1.000 dalam empat hari.
Lihat Juga :