Rusia: Sanksi pada Turki Bukti AS Tidak Bisa Berkompetisi Secara Adil
Rabu, 23 Desember 2020 - 17:21 WIB
loading...
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva mengatakan, sanksi AS kepada Turki, menunjukan bahwa AS tidak bisa berkompetisi secara adil. Foto/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva mengatakan, sanksi Amerika Serikat (AS) kepada Turki, karena membeli senjata Moskow bukanlah barang baru. Dia menuturkan, ini juga menunjukan bahwa AS tidak bisa berkompetisi secara adil.
Vorobieva mengatakan, AS telah blak-blakan mengenai hal ini selama bertahun-tahun. Pertama, jelasnya, AS coba menghadang Turki untuk membeli senjata dari Rusia, lalu mereka kemudian mengancam akan menjatuhkan sanksi dan menekan Ankara
"AS telah melakukan semua yang mereka bisa untuk menghadang Turki membeli senjata dari Rusia dan hal ini tidak hanya menjadi kekhawatiran Turki, tapi banyak negara," ucapnya pada Rabu (23/12/2020).
"Saya bisa katakan ini adalah contoh lain dari sikap arogan terhadap hukum internasional dan langkah sepihak yang tidak sah yang telah digunakan oleh AS selama beberapa dekade terhadap Rusia, Iran dan banyak negara lainnya," sambungnya. ( Baca juga: Pompeo: Sanksi pada Turki Bertujuan Cegah Pengaruh Rusia )
Dia mengatakan, hal ini tidak meningkatkan gengsi AS secara internasional sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pembagian kerja internasional, termasuk di bidang kerja sama pertahanan dan militer.
"Ini sekali lagi menggarisbawahi ketidakmampuan Washington untuk tetap berkompetisi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi semacam ini adalah bentuk kompetisi yang tidak adil," ujar diplomat senior Rusia itu. ( Baca juga: Hacker Rusia Serang Amerika Serikat, Microsoft Ikut jadi Korban )
"AS perlu mengambil langkah tambahan untuk memberikan keunggulan kompetitif kepada dirinya sendiri bahwa jika langkah itu ilegal, ini termasuk sanksi sepihak di industri pertahanan. Tidak hanya terhadap industri pertahanan, tapi semua bidang. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan bagi kerjasama dan bisnis AS dengan aksi ilegal ini," tukasnya.
Vorobieva mengatakan, AS telah blak-blakan mengenai hal ini selama bertahun-tahun. Pertama, jelasnya, AS coba menghadang Turki untuk membeli senjata dari Rusia, lalu mereka kemudian mengancam akan menjatuhkan sanksi dan menekan Ankara
"AS telah melakukan semua yang mereka bisa untuk menghadang Turki membeli senjata dari Rusia dan hal ini tidak hanya menjadi kekhawatiran Turki, tapi banyak negara," ucapnya pada Rabu (23/12/2020).
"Saya bisa katakan ini adalah contoh lain dari sikap arogan terhadap hukum internasional dan langkah sepihak yang tidak sah yang telah digunakan oleh AS selama beberapa dekade terhadap Rusia, Iran dan banyak negara lainnya," sambungnya. ( Baca juga: Pompeo: Sanksi pada Turki Bertujuan Cegah Pengaruh Rusia )
Dia mengatakan, hal ini tidak meningkatkan gengsi AS secara internasional sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pembagian kerja internasional, termasuk di bidang kerja sama pertahanan dan militer.
"Ini sekali lagi menggarisbawahi ketidakmampuan Washington untuk tetap berkompetisi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi semacam ini adalah bentuk kompetisi yang tidak adil," ujar diplomat senior Rusia itu. ( Baca juga: Hacker Rusia Serang Amerika Serikat, Microsoft Ikut jadi Korban )
"AS perlu mengambil langkah tambahan untuk memberikan keunggulan kompetitif kepada dirinya sendiri bahwa jika langkah itu ilegal, ini termasuk sanksi sepihak di industri pertahanan. Tidak hanya terhadap industri pertahanan, tapi semua bidang. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan bagi kerjasama dan bisnis AS dengan aksi ilegal ini," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :