Bertemu di Jakarta, Menlu RI dan Turki Bahas Rencana Kunjungan Erdogan
Selasa, 22 Desember 2020 - 15:31 WIB
loading...
Rencana kunjungan Presiden Turki, Tayyip Erdogan ke Indonesia menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menlu RI, Retno Marsudi dan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu. Foto/Kemlu RI
A
A
A
JAKARTA - Rencana kunjungan Presiden Turki, Tayyip Erdogan ke Indonesia menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. Keduanya bertemu di Gedung Pancasila, Jakarta.
"Pada pertemuan tadi, kami membahas rencana Kunjungan Kenegaraan Presiden Erdogan ke Indonesia tahun depan, tahun 2021," ucap Retno saat menggelar konferensi pers bersama dengan Cavusoglu pada Selasa (22/12/2020).
Retno menuturkan, ini merupakan kunjungan balasan Presiden Erdogan terhadap kunjungan Presiden Indonesia, Joko Widodo ke Ankara pada tahun 2017. Kunjungan ini, jelasnya, akan menandai peningkatan hubungan Indonesia–Turki ke tatanan yang baru.
"Dalam kunjungan tersebut, kita tengah menjajaki pembentukan Dewan Strategis Tingkat Tinggi yang akan menjadi forum bagi para pemimpin kedua negara untuk membahas secara regular berbagai isu strategis bilateral, regional dan multilateral yang menjadi kepentingan bersama," ungkap Retno.
Terkait dengan pertemuan dengan Cavusoglu, Retno menuturkan dia membahas mengenai kerja sama teknologi dan industri antara kedua negara. ( Baca juga: Dewan Masjid Indonesia Melapor ke Polda Metro Jaya, Yusri: Masih Dipelajari )
Dia mengatakan, bahwa sejak Juni lalu, pembicaraan intensif telah dimulai kedua negara untuk bekerja sama di bidang industri dirgantara, mobil elektrik, tempat peluncuran roket, satelit and kendaraan peluncur satelit serta juga juga teknologi medis dan farmasi.
"Kami mencatat keterlibatan delapan orang tenaga ahli Indonesia dalam tim yang menemukan 320 miliar meter kubik cadangan gas alam di lepas pantai Laut Hitam di Turki pada Agustus tahun ini," ujarnya. ( Baca juga: Protes Puisi Erdogan, Iran Panggil Dubes Turki )
"Dan sebagai negara dengan pengalaman yang lama di bidang industri gas, saya menyampaikan kepada Menlu Turki kesiapan BUMN Indonesia untuk bekerja sama dan membantu pengembangan industri gas di Turki," tukasnya.
"Pada pertemuan tadi, kami membahas rencana Kunjungan Kenegaraan Presiden Erdogan ke Indonesia tahun depan, tahun 2021," ucap Retno saat menggelar konferensi pers bersama dengan Cavusoglu pada Selasa (22/12/2020).
Retno menuturkan, ini merupakan kunjungan balasan Presiden Erdogan terhadap kunjungan Presiden Indonesia, Joko Widodo ke Ankara pada tahun 2017. Kunjungan ini, jelasnya, akan menandai peningkatan hubungan Indonesia–Turki ke tatanan yang baru.
"Dalam kunjungan tersebut, kita tengah menjajaki pembentukan Dewan Strategis Tingkat Tinggi yang akan menjadi forum bagi para pemimpin kedua negara untuk membahas secara regular berbagai isu strategis bilateral, regional dan multilateral yang menjadi kepentingan bersama," ungkap Retno.
Terkait dengan pertemuan dengan Cavusoglu, Retno menuturkan dia membahas mengenai kerja sama teknologi dan industri antara kedua negara. ( Baca juga: Dewan Masjid Indonesia Melapor ke Polda Metro Jaya, Yusri: Masih Dipelajari )
Dia mengatakan, bahwa sejak Juni lalu, pembicaraan intensif telah dimulai kedua negara untuk bekerja sama di bidang industri dirgantara, mobil elektrik, tempat peluncuran roket, satelit and kendaraan peluncur satelit serta juga juga teknologi medis dan farmasi.
"Kami mencatat keterlibatan delapan orang tenaga ahli Indonesia dalam tim yang menemukan 320 miliar meter kubik cadangan gas alam di lepas pantai Laut Hitam di Turki pada Agustus tahun ini," ujarnya. ( Baca juga: Protes Puisi Erdogan, Iran Panggil Dubes Turki )
"Dan sebagai negara dengan pengalaman yang lama di bidang industri gas, saya menyampaikan kepada Menlu Turki kesiapan BUMN Indonesia untuk bekerja sama dan membantu pengembangan industri gas di Turki," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :