Palestina Tetapkan Sejumlah Syarat Jika AS Ingin Normalkan Hubungan
Minggu, 20 Desember 2020 - 19:28 WIB
loading...
Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah menetapkan persyaratan tertentu untuk menormalkan hubungan dengan Amerika Serikat (AS). Foto/REUTERS
A
A
A
RAMALLAH - Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah menetapkan persyaratan tertentu untuk menormalkan hubungan dengan Amerika Serikat (AS) . Syarat itu ditetapkan dalam pertemuan Komite Eksekutif PLO yang berlangsung di Ramallah.
Komite tersebut, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (20/12/2020), mengatakan mereka akan setuju untuk memulihkan hubungan dengan AS jika pemerintahan baru kembali mengizinkan PLO untuk membuka kembali kantornya di Washington.
AS pada September 2018 mengumumkan penutupan kantor perwakilan PLO. Kementerian Luar Negeri AS menyatakan alasan penutupan kantor PLO adalah karena badan itu tidak berbuat banyak dalam upaya damai Israel-Palestina. ( Baca juga: Hamas Nyatakan Siap Lanjutkan Proses Rekonsiliasi Palestina )
"Kondisi lain, termasuk menarik dukungan untuk rencana Israel untuk memperpanjang kedaulatannya atas bagian Tepi Barat dan aktivitas permukiman dan melanjutkan diskusi solusi dua negara," ujarnya.
Pada bulan September, Presiden terpilih AS, Joe Biden mengatakan bahwa penting bagi lebih banyak negara untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat, tetapi juga penting untuk terus mengupayakan solusi dua negara dengan Palestina.
Solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina membayangkan sebuah negara Palestina merdeka di samping Israel, di sebelah barat Sungai Yordan. ( Baca juga: Pakar PBB Dorong Penyelidikan Pembunuhan Remaja Palestina oleh Israel )
Batas antara kedua negara masih menjadi subjek sengketa dan negosiasi, dengan kepemimpinan Palestina dan Arab bersikeras pada "perbatasan 1967", yakni negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanuya, yang tidak dapat diterima oleh Israel.
Komite tersebut, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (20/12/2020), mengatakan mereka akan setuju untuk memulihkan hubungan dengan AS jika pemerintahan baru kembali mengizinkan PLO untuk membuka kembali kantornya di Washington.
AS pada September 2018 mengumumkan penutupan kantor perwakilan PLO. Kementerian Luar Negeri AS menyatakan alasan penutupan kantor PLO adalah karena badan itu tidak berbuat banyak dalam upaya damai Israel-Palestina. ( Baca juga: Hamas Nyatakan Siap Lanjutkan Proses Rekonsiliasi Palestina )
"Kondisi lain, termasuk menarik dukungan untuk rencana Israel untuk memperpanjang kedaulatannya atas bagian Tepi Barat dan aktivitas permukiman dan melanjutkan diskusi solusi dua negara," ujarnya.
Pada bulan September, Presiden terpilih AS, Joe Biden mengatakan bahwa penting bagi lebih banyak negara untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat, tetapi juga penting untuk terus mengupayakan solusi dua negara dengan Palestina.
Solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina membayangkan sebuah negara Palestina merdeka di samping Israel, di sebelah barat Sungai Yordan. ( Baca juga: Pakar PBB Dorong Penyelidikan Pembunuhan Remaja Palestina oleh Israel )
Batas antara kedua negara masih menjadi subjek sengketa dan negosiasi, dengan kepemimpinan Palestina dan Arab bersikeras pada "perbatasan 1967", yakni negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanuya, yang tidak dapat diterima oleh Israel.
(esn)
Lihat Juga :