Kata Putin, Rusia Siap Ladeni AS untuk Perlombaan Senjata Baru
Jum'at, 18 Desember 2020 - 02:58 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Putin telah meluncurkan senjata itu—salah satu yang paling canggih dari jenisnya—pada tahun 2018. Pada saat itu, dia mengatakan kepada wartawan; "Rudal hipersonik telah dikembangkan sebagai tanggapan atas penyebaran sistem pertahanan rudal strategis AS, yang, di masa depan, akan mampu menetralkan secara virtual, menghilangkan semua potensi nuklir kami." (Baca juga: Latihan Rudal Rusia Picu Kebingungan di Pangkalan Militer AS di Jerman )
Pada tahun 2001, Washington mengumumkan akan menarik diri dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik, selama masa kepresidenan George W. Bush. Sejak itu, para analis telah menyatakan keprihatinan atas perkembangan teknologi AS , karena, jika berhasil, mereka dapat menciptakan situasi di mana AS berpotensi mengerahkan senjatanya tanpa takut akan pembalasan.
Menjelang akhir acara konferensi pers, Putin juga mengungkapkan bahwa rudal hipersonik 3M22 Zircon, yang dirancang untuk menyasar kapal, siap untuk tugas tempur setelah menjalani pengujian.
"Mengenai perlombaan senjata, Rusia berada di posisi keenam dalam hal pendanaan militer, dan kami berhasil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain. Itu hanya mungkin karena kekuatan otak, dan bakat orang-orang kami," katanya.
Rusia menghabiskan lebih dari USD65 miliar setiap tahun untuk angkatan bersenjatanya, dan sebagian besar industri pertahanannya, yang mengekspor barang dagangannya ke negara-negara di seluruh dunia, dinasionalisasi secara efektif.
Pada tahun 2001, Washington mengumumkan akan menarik diri dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik, selama masa kepresidenan George W. Bush. Sejak itu, para analis telah menyatakan keprihatinan atas perkembangan teknologi AS , karena, jika berhasil, mereka dapat menciptakan situasi di mana AS berpotensi mengerahkan senjatanya tanpa takut akan pembalasan.
Menjelang akhir acara konferensi pers, Putin juga mengungkapkan bahwa rudal hipersonik 3M22 Zircon, yang dirancang untuk menyasar kapal, siap untuk tugas tempur setelah menjalani pengujian.
"Mengenai perlombaan senjata, Rusia berada di posisi keenam dalam hal pendanaan militer, dan kami berhasil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain. Itu hanya mungkin karena kekuatan otak, dan bakat orang-orang kami," katanya.
Rusia menghabiskan lebih dari USD65 miliar setiap tahun untuk angkatan bersenjatanya, dan sebagian besar industri pertahanannya, yang mengekspor barang dagangannya ke negara-negara di seluruh dunia, dinasionalisasi secara efektif.
(min)
Lihat Juga :