Dilanda Gelombang Ke-3 COVID-19, Ibu Kota Korsel Bak Zona Perang
Senin, 14 Desember 2020 - 11:13 WIB
loading...
Para warga Korea Selatan mengenakan masker saat berbelanja di sebuah pasar di Seoul. Foto/REUTERS
A
A
A
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) dilanda gelombang ketiga wabah virus corona baru ( COVID-19 ) yang dinyatakan lebih parah dari dua gelombang sebelumnya. Menteri Kesehatan Park Neung-hoo mengatakan gelombang ketiga wabah virus tersebut telah menjadikan Ibu Kota Korsel, Seoul, seperti zona perang.
Negara ini pernah dipandang sebagai salah satu negara di dunia yang sukses mengalahkan COVID-19 dengan jurus "trace, test and treat (lacak, tes dan pengobatan)". Taktik itu juga didukung masyarakatnya yang disiplin menjaga jarak sosial dan penggunaan masker. (Baca: Media Israel: Indonesia Sangat Ingin Normalisasi Hubungan dengan Israel )
Namun, Korsel kini berada cengkeraman gelombang ketiga wabah tersebut karena rekor harian infeksi dan rumah sakit mulai kewalahan.
Korsel melaporkan rekor 950 kasus infeksi virus coronaharian pada hari Sabtu, melebihi puncak pada akhir Februari lalu, yakni 909 kasus. Presiden Moon Jae-in menyebut gelombang ketiga COVID-19 di negaranya sudah "darurat".
"Daerah ibu kota sekarang menjadi zona perang COVID-19," kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo pada hari Senin (14/12/2020) saat menyampaikan peringatan bahaya wabah tersebut pada pertemuan pemerintah.
Negara ini pernah dipandang sebagai salah satu negara di dunia yang sukses mengalahkan COVID-19 dengan jurus "trace, test and treat (lacak, tes dan pengobatan)". Taktik itu juga didukung masyarakatnya yang disiplin menjaga jarak sosial dan penggunaan masker. (Baca: Media Israel: Indonesia Sangat Ingin Normalisasi Hubungan dengan Israel )
Namun, Korsel kini berada cengkeraman gelombang ketiga wabah tersebut karena rekor harian infeksi dan rumah sakit mulai kewalahan.
Korsel melaporkan rekor 950 kasus infeksi virus coronaharian pada hari Sabtu, melebihi puncak pada akhir Februari lalu, yakni 909 kasus. Presiden Moon Jae-in menyebut gelombang ketiga COVID-19 di negaranya sudah "darurat".
"Daerah ibu kota sekarang menjadi zona perang COVID-19," kata Menteri Kesehatan Park Neung-hoo pada hari Senin (14/12/2020) saat menyampaikan peringatan bahaya wabah tersebut pada pertemuan pemerintah.
Lihat Juga :