AS Ternyata Uji Rudal Tomahawk sebelum Rusia Jajal Triad Nuklir
Sabtu, 12 Desember 2020 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
"Angkatan Laut AS dan Raytheon Missiles & Defense, sebuah bisnis Raytheon Technologies, berhasil menyelesaikan dua uji terbang dengan varian rudal jelajah terbaru dari franchise tersebut, Tomahawk Block V. Selama pengujian, USS Chafee (DDG 90) meluncurkan dua rudal Block V, menjangkau target di San Nicolas Island dan Naval Air Weapons Station China Lake di California," kata Raytheon dalam siaran pers-nya.
Tomahawk adalah rudal berkemampuan GPS yang sangat akurat yang dapat terbang ke wilayah udara yang sangat dipertahankan dan melakukan serangan yang tepat pada target bernilai tinggi dengan kerusakan tambahan. Tomahawk Block V yang canggih mencakup navigasi dan komunikasi yang di-upgrade.
"Tes ini membuat Angkatan Laut sesuai jadwal untuk memperkenalkan Blok V ke dalam armada tahun depan," kata Kim Ernzen, wakil presiden Naval Powerdi Raytheon Missiles & Defense, seperti dikutip dari Naval News, Sabtu (12/12/2020). "Upaya modernisasi dan sertifikasi ulang kami juga akan memperpanjang masa pakai rudal hingga 15 tahun." (Baca juga: Mata-mata China Ini Dituduh Tiduri Para Pejabat AS demi Peroleh Informasi )
Sebelumnya, beberapa media Barat menggemakan kekhawatiran pecahnya perang nuklir ketika Rusia di bawah komando Presiden Putin unjuk kekuatan triad nuklirnya dalam latihan perang. Uji triad nuklir itu mencakup peluncuran rudal berkemampuan nuklir dari kapal selam, silo bawah tanah, dan pesawat pembom.
Tomahawk adalah rudal berkemampuan GPS yang sangat akurat yang dapat terbang ke wilayah udara yang sangat dipertahankan dan melakukan serangan yang tepat pada target bernilai tinggi dengan kerusakan tambahan. Tomahawk Block V yang canggih mencakup navigasi dan komunikasi yang di-upgrade.
"Tes ini membuat Angkatan Laut sesuai jadwal untuk memperkenalkan Blok V ke dalam armada tahun depan," kata Kim Ernzen, wakil presiden Naval Powerdi Raytheon Missiles & Defense, seperti dikutip dari Naval News, Sabtu (12/12/2020). "Upaya modernisasi dan sertifikasi ulang kami juga akan memperpanjang masa pakai rudal hingga 15 tahun." (Baca juga: Mata-mata China Ini Dituduh Tiduri Para Pejabat AS demi Peroleh Informasi )
Sebelumnya, beberapa media Barat menggemakan kekhawatiran pecahnya perang nuklir ketika Rusia di bawah komando Presiden Putin unjuk kekuatan triad nuklirnya dalam latihan perang. Uji triad nuklir itu mencakup peluncuran rudal berkemampuan nuklir dari kapal selam, silo bawah tanah, dan pesawat pembom.
(min)
Lihat Juga :