Covid-19 dan Perang Membuat 270 Juta Warga Dunia Terancam Kelaparan

Jum'at, 11 Desember 2020 - 06:38 WIB
loading...
A A A
Di Sudan Selatan, sebanyak 61% penduduknya terdampak krisis pangan akibat perubahan iklim. Bahkan, sebelum wabah virus korona meluas, sebagian wilayah Afrika Timur dan Asia Selatan telah jatuh dalam jurang kelaparan yang amat parah. Penyebabnya, kekeringan dan wabah serangga yang menghabiskan pertanian. (Baca juga: AI Bantu Ilmuwan Memahami Otak Saat Berpikir)

Ekonom senior WFP, Arif Husain, mengatakan, lockdown dan resesi ekonomi kian menghancurkan masyarakat. “Hanya perlu satu dorongan lagi—seperti Covid-19 —untuk membuat mereka jatuh. Sekarang kita harus bertindak secara kolektif untuk memitigasi dampak bencana serius ini,” ujar Husai, dilansir BBC.

Awal tahun ini, bantuan yang dikirimkan WFP ke sejumlah kawasan Yaman yang dikendalikan pemberontak Houthi berkurang. Lembaga PBB tersebut mengaku tidak menerima bantuan sebesar sebelumnya dari pihak pendonor akibat krisis kesehatan dan tingginya aksi serangan oleh kelompok separatis.

Menteri PPN dan Bappenas Suharso Manoarfa mengakui bahwa pandemi Covid-19 membuat sektor bisnis mengalami kerugian besar-besaran. Dari data World Bank terungkap, sebanyak 60% perusahaan bisnis di dunia sudah mengalami kebangkrutan. "Kita berusaha (adanya) pandemi Covid-19 harus memelihara keseimbangan ekonomi," ujar Suharso dalam video virtual, kemarin.

Keseimbangan ekonomi itu juga termasuk upaya menuntaskan kemiskinan agar tidak meluas karena efek Covid-19. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp695,2 triliun yang difokuskan untuk pemulihan ekonomi Indonesia, termasuk mengatasi kemiskinan. (Lihat videonya: Habib Rizieq Tersangka Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan)

Pemerintah Indonesia juga sudah menjalankan strategi pararel untuk memulihkan perekonomian Indonesia. Tujuannya, agar ekonomi tetap berjalan dalam upaya mencegah resesi tidak kembali terulang. (Muh Shamil/Rina Anggraeni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Arab Saudi Terbitkan...
Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?
Rekomendasi
Pesan Komisi III DPR...
Pesan Komisi III DPR ke Plt Jampidsus Rudi Margono: Tugas Anda Berat
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved