Musim Dingin dan Kebijakan Tak Sistematis Bisa Perburuk Situasi Pandemi
Selasa, 08 Desember 2020 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
Baker mencatat bahwa kondisi musim dingin dikaitkan dengan peningkatan tingkat infeksi saluran pernapasan di negara-negara beriklim sedang. Itu karena orang menghabiskan lebih banyak waktu di area dalam ruangan yang padat, virus berpotensi bertahan lebih lama dalam kondisi yang lebih dingin dan juga paparan cuaca dingin dapat menurunkan pertahanan terhadap infeksi.
“Karena itu, kami memperkirakan risiko penularan Covid-19 meningkat di musim dingin, yang dapat menyebabkan lonjakan infeksi selama periode tersebut di belahan bumi utara,” katanya.
Sementara Donna Patterson, seorang profesor di Delaware State University yang mempelajari kesehatan global, mengatakan, untuk negara-negara dengan wabah aktif, respons kesehatan masyarakat yang kuat, termasuk pengujian, perawatan, pelacakan kontak, dan karantina serta isolasi jika diperlukan, tetap penting.
“Sebagai bukti, jika pemerintah atau warganya lalai tentang respons pandemi atau menggunakan langkah-langkah perlindungan, jumlahnya akan melonjak,” katanya.
(Baca: Satgas COVID-19 Barru Akan Pantau Penegakan Protokol Kesehatan di TPS )
“Karena itu, kami memperkirakan risiko penularan Covid-19 meningkat di musim dingin, yang dapat menyebabkan lonjakan infeksi selama periode tersebut di belahan bumi utara,” katanya.
Sementara Donna Patterson, seorang profesor di Delaware State University yang mempelajari kesehatan global, mengatakan, untuk negara-negara dengan wabah aktif, respons kesehatan masyarakat yang kuat, termasuk pengujian, perawatan, pelacakan kontak, dan karantina serta isolasi jika diperlukan, tetap penting.
“Sebagai bukti, jika pemerintah atau warganya lalai tentang respons pandemi atau menggunakan langkah-langkah perlindungan, jumlahnya akan melonjak,” katanya.
(Baca: Satgas COVID-19 Barru Akan Pantau Penegakan Protokol Kesehatan di TPS )
Lihat Juga :