Rusia Operasikan Sistem Rudal S-500 'Si Pembunuh F-35' Tahun Depan
Kamis, 03 Desember 2020 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
Almaz-Antey, sebuah perusahaan milik negara Rusia yang merancang S-500 Prometey (55R6M Triumfator-M), mengklaim S-500 mampu menembak jatuh satelit orbit rendah dan jenis pesawat ruang angkasa tertentu di dekat stasiun luar angkasa. (Baca: Israel Terima Kapal Perang Tercanggih saat Seteru dengan Iran Memanas )
"Karakteristik yang melekat pada rudal surface-to-air (permukaan-ke-udara) S-500 memungkinkan untuk menghancurkan senjata hipersonik dari semua modifikasi, termasuk di dekat ruang angkasa," kata Sergei Surovikin, kepala Pasukan Dirgantara Rusia kepada Red Star, media Kementerian Pertahanan.
"S-500 dapat diklasifikasikan sebagai generasi pertama sistem pertahanan antariksa karena di masa depan akan mampu menghancurkan satelit orbit rendah dan senjata ruang angkasa,” ujarnya.
Sebelumnya, selama forum Army 2020 di Rusia, Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov mengungkapkan bahwa S-500 sudah menjalani uji coba negara dan pekerjaan sedang dilakukan untuk membeli suku cadang untuk produksi serialnya.
Media pemerintah Rusia, Sputnik, melaporkan misil dari S-500 berbahan bakar padat dengan sistem dua tahap dan panjangnya 30 kaki, yang akan mampu meluncur dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara, mencegat target yang bergerak dengan kecepatan 15,6 Mach.
"Karakteristik yang melekat pada rudal surface-to-air (permukaan-ke-udara) S-500 memungkinkan untuk menghancurkan senjata hipersonik dari semua modifikasi, termasuk di dekat ruang angkasa," kata Sergei Surovikin, kepala Pasukan Dirgantara Rusia kepada Red Star, media Kementerian Pertahanan.
"S-500 dapat diklasifikasikan sebagai generasi pertama sistem pertahanan antariksa karena di masa depan akan mampu menghancurkan satelit orbit rendah dan senjata ruang angkasa,” ujarnya.
Sebelumnya, selama forum Army 2020 di Rusia, Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov mengungkapkan bahwa S-500 sudah menjalani uji coba negara dan pekerjaan sedang dilakukan untuk membeli suku cadang untuk produksi serialnya.
Media pemerintah Rusia, Sputnik, melaporkan misil dari S-500 berbahan bakar padat dengan sistem dua tahap dan panjangnya 30 kaki, yang akan mampu meluncur dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara, mencegat target yang bergerak dengan kecepatan 15,6 Mach.
Lihat Juga :