Sudan Ancam Batalkan Normalisasi Hubungan dengan Israel
Kamis, 03 Desember 2020 - 05:43 WIB
loading...
A
A
A
Laporan NYT mengungkapkan bahwa pemimpin dewan peralihan transisi Sudan, Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan, mengeluarkan ultimatum kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada hari Senin.
"Pompeo meyakinkan pemimpin de-facto Sudan bahwa kekebalan kedaulatan negara itu akan dipulihkan dalam beberapa minggu ke depan," kata seseorang yang mengetahui hal itu seperti dinukil dari Al Araby, Kamis (3/12/2020).(Baca juga: Dorongan AS untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel Bikin Sudan Terpecah )
Karena itu, pejabat pemerintahan Trump merencanakan upacara penandatanganan untuk perjanjian perdamaian Sudan-Israel yang baru lahir yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir Desember.
Namun, persetujuan kongres untuk langkah tersebut masih belum pasti.
Anggota parlemen terpecah atas distribusi kompensasi yang telah disetujui pemerintah Sudan untuk membayar para korban dari dua serangan al-Qaeda dan Khartoum mungkin dilindungi dari tuntutan pengadilan di masa depan oleh keluarga korban serangan 11 September.
"Anggota Kongres dan pejabat pemerintahan Trump saat ini sedang mengejar kompromi yang akan menyoroti pencabutan Sudan dari daftar negara sponsor terorisme, tetapi juga memungkinkan keluarga korban 11 September untuk mengejar kompensasi dari Khartoum di masa depan," kata para pejabat kepada NYT.
Serangan kedutaan AS di Tanzania dan Kenya tahun 1998, dan serangan tahun 2000 di kapal perang USS Cole, beberapa orang percaya bahwa para korban dan keluarganya harus dapat mengambil tindakan hukum terhadap Sudan.
"Pompeo meyakinkan pemimpin de-facto Sudan bahwa kekebalan kedaulatan negara itu akan dipulihkan dalam beberapa minggu ke depan," kata seseorang yang mengetahui hal itu seperti dinukil dari Al Araby, Kamis (3/12/2020).(Baca juga: Dorongan AS untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel Bikin Sudan Terpecah )
Karena itu, pejabat pemerintahan Trump merencanakan upacara penandatanganan untuk perjanjian perdamaian Sudan-Israel yang baru lahir yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir Desember.
Namun, persetujuan kongres untuk langkah tersebut masih belum pasti.
Anggota parlemen terpecah atas distribusi kompensasi yang telah disetujui pemerintah Sudan untuk membayar para korban dari dua serangan al-Qaeda dan Khartoum mungkin dilindungi dari tuntutan pengadilan di masa depan oleh keluarga korban serangan 11 September.
"Anggota Kongres dan pejabat pemerintahan Trump saat ini sedang mengejar kompromi yang akan menyoroti pencabutan Sudan dari daftar negara sponsor terorisme, tetapi juga memungkinkan keluarga korban 11 September untuk mengejar kompensasi dari Khartoum di masa depan," kata para pejabat kepada NYT.
Serangan kedutaan AS di Tanzania dan Kenya tahun 1998, dan serangan tahun 2000 di kapal perang USS Cole, beberapa orang percaya bahwa para korban dan keluarganya harus dapat mengambil tindakan hukum terhadap Sudan.
Lihat Juga :