Sebut IM Organisasi Teroris, Organisasi Islam Malaysia Kutuk Arab Saudi
Kamis, 03 Desember 2020 - 00:08 WIB
loading...
A
A
A
Arab Saudi awal tahun ini mengambil tindakan terhadap Ikhwanul Muslimin, yang didirikan di Mesir pada tahun 1928.
"Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris yang kejam yang tidak mewakili Islam," kata Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi.(Baca juga: Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi: Ikhwanul Muslimin Adalah Kelompok Teroris )
Otoritas Saudi menuduh kelompok itu sebagai kelompok penyimpang yang menyerang penguasa, memicu perselisihan, dan menggunakan kedok agama untuk melakukan kekerasan dan terorisme, tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut.
Baru-baru ini, Uni Emirat Arab (UEA) juga mencap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.
Dewan Fatwa UEA, otoritas agama tertinggi negara itu, mengumumkan langkah tersebut dalam pertemuan virtual yang dipimpin oleh bin Bayyah hanya beberapa bulan setelah keputusan serupa oleh Arab Saudi.
"Dewan itu juga memperingatkan umat Islam untuk menjauh dari kelompok yang bekerja untuk memecah-belah barisan dan mengobarkan perselisihan serta pertumpahan darah," kantor berita UEA, WAM, melaporkan.
"Tidak diperbolehkan untuk bersumpah setia kepada siapa pun selain penguasa," tambah pernyataan itu, seraya mengatakan semua warga harus menunjukkan rasa hormat dan komitmen kepada para pemimpin.(Baca juga: Dewan Fatwa UEA Mencap Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris )
"Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris yang kejam yang tidak mewakili Islam," kata Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi.(Baca juga: Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi: Ikhwanul Muslimin Adalah Kelompok Teroris )
Otoritas Saudi menuduh kelompok itu sebagai kelompok penyimpang yang menyerang penguasa, memicu perselisihan, dan menggunakan kedok agama untuk melakukan kekerasan dan terorisme, tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut.
Baru-baru ini, Uni Emirat Arab (UEA) juga mencap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.
Dewan Fatwa UEA, otoritas agama tertinggi negara itu, mengumumkan langkah tersebut dalam pertemuan virtual yang dipimpin oleh bin Bayyah hanya beberapa bulan setelah keputusan serupa oleh Arab Saudi.
"Dewan itu juga memperingatkan umat Islam untuk menjauh dari kelompok yang bekerja untuk memecah-belah barisan dan mengobarkan perselisihan serta pertumpahan darah," kantor berita UEA, WAM, melaporkan.
"Tidak diperbolehkan untuk bersumpah setia kepada siapa pun selain penguasa," tambah pernyataan itu, seraya mengatakan semua warga harus menunjukkan rasa hormat dan komitmen kepada para pemimpin.(Baca juga: Dewan Fatwa UEA Mencap Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris )
Lihat Juga :