Iran Akui Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya Canggih, Senjata Israel Disalahkan
Selasa, 01 Desember 2020 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Pembunuhan yang sangat terbuka terhadap Fakhrizadeh memicu kecaman luas dari Iran, yang secara eksplisit menuduh Israel bertanggung jawab atas serangan itu dan mengancam akan membalas dendam untuk itu.
Laporan yang menyalahkan senjata Israel itu muncul sehari setelah kantor berita Fars melaporkan bahwa serangan hari Jumat dilakukan dari jauh dengan menggunakan senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh yang dipasang pada mobil tanpa ada agen manusia di tempat kejadian. Laporan itu berbeda secara signifikan dengan deskripsi serangan yang dilaporkan sebelumnya, di mana Fakhrizadeh diserang pasukan regu tembak.
Menurut Fars, serangan itu terjadi selama tiga menit ketika Fakhrizadeh—seorang brigadir jenderal di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, dan tokoh kunci dalam program penelitian dan pengembangan militer negara yang telah lama dianggap oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai kepala program senjata nuklir—bepergian bersama istrinya menuju kota resor Absard, timur Teheran. (Baca juga: Eks Bos CIA: Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Kriminal, Bisa Picu Konflik Wilayah )
Masih menurut laporan itu, operasi dimulai ketika mobil terdepan di rombongan keamanan Fakhrizadeh melakukan perjalanan ke depan untuk memeriksa lokasi tujuan. Pada saat itu, sejumlah peluru ditembakkan ke mobil lapis baja Fakhrizadeh, mendorongnya untuk keluar dari kendaraan karena dia tampaknya tidak menyadari bahwa dia sedang diserang, dan berpikir bahwa suara itu disebabkan oleh kecelakaan atau masalah dengan mobil tersebut.
Media itu tidak menentukan apakah tembakan itu ditembakkan dari senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh atau dari sumber yang berbeda.
Begitu Fakhrizadeh keluar dari kendaraan, senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh melepaskan tembakan dari jarak sekitar 150 meter (500 kaki), menghantamnya tiga kali, dua kali di samping dan sekali di punggungnya, memutuskan sumsum tulang belakangnya. Pengawal Fakhrizadeh juga terkena tembakan. Mobil yang menyerang, sebuah Nissan, kemudian meledak.
Laporan yang menyalahkan senjata Israel itu muncul sehari setelah kantor berita Fars melaporkan bahwa serangan hari Jumat dilakukan dari jauh dengan menggunakan senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh yang dipasang pada mobil tanpa ada agen manusia di tempat kejadian. Laporan itu berbeda secara signifikan dengan deskripsi serangan yang dilaporkan sebelumnya, di mana Fakhrizadeh diserang pasukan regu tembak.
Menurut Fars, serangan itu terjadi selama tiga menit ketika Fakhrizadeh—seorang brigadir jenderal di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, dan tokoh kunci dalam program penelitian dan pengembangan militer negara yang telah lama dianggap oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai kepala program senjata nuklir—bepergian bersama istrinya menuju kota resor Absard, timur Teheran. (Baca juga: Eks Bos CIA: Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Kriminal, Bisa Picu Konflik Wilayah )
Masih menurut laporan itu, operasi dimulai ketika mobil terdepan di rombongan keamanan Fakhrizadeh melakukan perjalanan ke depan untuk memeriksa lokasi tujuan. Pada saat itu, sejumlah peluru ditembakkan ke mobil lapis baja Fakhrizadeh, mendorongnya untuk keluar dari kendaraan karena dia tampaknya tidak menyadari bahwa dia sedang diserang, dan berpikir bahwa suara itu disebabkan oleh kecelakaan atau masalah dengan mobil tersebut.
Media itu tidak menentukan apakah tembakan itu ditembakkan dari senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh atau dari sumber yang berbeda.
Begitu Fakhrizadeh keluar dari kendaraan, senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh melepaskan tembakan dari jarak sekitar 150 meter (500 kaki), menghantamnya tiga kali, dua kali di samping dan sekali di punggungnya, memutuskan sumsum tulang belakangnya. Pengawal Fakhrizadeh juga terkena tembakan. Mobil yang menyerang, sebuah Nissan, kemudian meledak.
Lihat Juga :