Indonesia Diingatkan Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Kamis, 26 November 2020 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Bidang BPPLN DPP PKS ini juga menyatakan bahwa politik bebas aktif merupakan karakter Indonesia sebagai bangsa yang besar.
"Di tengah ketidakpastian global efek dari pandemi COVID-19, pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) serta hubungan antara AS dan China, langkah-langkah Indonesia harus taktis strategis berorientasi jangka panjang bukan pragmatis. Politik bebas aktif, berdiri di atas kepentingan semua negara bukan memihak salah satu blok demi perdamaian dunia harus terus dijaga Indonesia,” paparnya.
Sekadar diketahui, saat ini Sudan, Uni Emirat Arab dan Bahrain telah menormalisasi hubungan dengan Israel. Dampaknya justru membuat Israel semakin ganas menghancurkan pemukiman Palestina dan membangun pemukiman Yahudi.
Bahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji tidak akan mengentikan upaya mengambil alih tanah-tanah Palestina. Menurut Sukamta, normalisasi ini langkah keliru, dan mestinya Israel diisolasi supaya jera.
"Di tengah ketidakpastian global efek dari pandemi COVID-19, pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) serta hubungan antara AS dan China, langkah-langkah Indonesia harus taktis strategis berorientasi jangka panjang bukan pragmatis. Politik bebas aktif, berdiri di atas kepentingan semua negara bukan memihak salah satu blok demi perdamaian dunia harus terus dijaga Indonesia,” paparnya.
Sekadar diketahui, saat ini Sudan, Uni Emirat Arab dan Bahrain telah menormalisasi hubungan dengan Israel. Dampaknya justru membuat Israel semakin ganas menghancurkan pemukiman Palestina dan membangun pemukiman Yahudi.
Bahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji tidak akan mengentikan upaya mengambil alih tanah-tanah Palestina. Menurut Sukamta, normalisasi ini langkah keliru, dan mestinya Israel diisolasi supaya jera.
(min)
Lihat Juga :