AS Beber Rencana Hadapi Kebangkitan China, Termasuk Pertahankan Peran Superpower
Sabtu, 21 November 2020 - 03:17 WIB
loading...
A
A
A
9. Reformasi pendidikan AS, lengkapi pelajar untuk memikul tanggung jawab kewarganegaraan dalam masyarakat yang bebas dan demokratis dengan memahami warisan kebebasan Amerika. Mempersiapkan mereka untuk memenuhi tuntutan khusus era informasi yang kompleks, ekonomi global untuk keahlian di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.
10. Memperjuangkan prinsip kebebasan melalui teladan. Sanksi mungkin diperlukan dalam keadaan yang lebih sulit serta dalam bentuk tekanan non-militer lainnya. Jika kepentingan vital negara dipertaruhkan dan semuanya gagal, kekuatan militer juga dapat digunakan.
Dalam dokumen tersebut, Washington mengutip "kecerobohan" China dalam membiarkan virus corona menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan salah satu pandemi paling mematikan dalam beberapa dekade.
"Beijing mengambil bagian dalam kampanye disinformasi untuk menutupi tanggung jawabnya," bunyi dokumen tersebut. "Namun banyak orang kurang memiliki pemahaman yang tepat tentang karakter dan ruang lingkup tantangan China."
Departemen Luar Negeri AS menuduh China mengembangkan kemampuannya dengan tujuan jangka panjang untuk mencapai keunggulan global dan menempatkan cap sosialis pada tatanan dunia.
Departemen itu juga memuji keputusan pemerintahan Trump untuk memutuskan kebijakan konvensional dan mengembangkan strategi baru China.
“Tujuan dari makalah Staf Perencanaan Kebijakan yang tidak diklasifikasikan ini adalah untuk mundur dan mengambil pandangan jangka panjang, menguraikan elemen-elemen tantangan China, dan membuat sketsa kerangka kerja untuk membentuk kebijakan yang kokoh yang berdiri di atas pertengkaran birokrasi dan pertempuran antar-lembaga dan melampaui siklus pemilihan jangka pendek. Tujuan utama Amerika Serikat seharusnya adalah untuk mengamankan kebebasan," imbuh dokumen departemen tersebut.
10. Memperjuangkan prinsip kebebasan melalui teladan. Sanksi mungkin diperlukan dalam keadaan yang lebih sulit serta dalam bentuk tekanan non-militer lainnya. Jika kepentingan vital negara dipertaruhkan dan semuanya gagal, kekuatan militer juga dapat digunakan.
Dalam dokumen tersebut, Washington mengutip "kecerobohan" China dalam membiarkan virus corona menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan salah satu pandemi paling mematikan dalam beberapa dekade.
"Beijing mengambil bagian dalam kampanye disinformasi untuk menutupi tanggung jawabnya," bunyi dokumen tersebut. "Namun banyak orang kurang memiliki pemahaman yang tepat tentang karakter dan ruang lingkup tantangan China."
Departemen Luar Negeri AS menuduh China mengembangkan kemampuannya dengan tujuan jangka panjang untuk mencapai keunggulan global dan menempatkan cap sosialis pada tatanan dunia.
Departemen itu juga memuji keputusan pemerintahan Trump untuk memutuskan kebijakan konvensional dan mengembangkan strategi baru China.
“Tujuan dari makalah Staf Perencanaan Kebijakan yang tidak diklasifikasikan ini adalah untuk mundur dan mengambil pandangan jangka panjang, menguraikan elemen-elemen tantangan China, dan membuat sketsa kerangka kerja untuk membentuk kebijakan yang kokoh yang berdiri di atas pertengkaran birokrasi dan pertempuran antar-lembaga dan melampaui siklus pemilihan jangka pendek. Tujuan utama Amerika Serikat seharusnya adalah untuk mengamankan kebebasan," imbuh dokumen departemen tersebut.
(min)
Lihat Juga :